Keputusan dramatis ini diambil di tengah krisis perbankan dahsyat yang mengguncang stabilitas ekonomi negara tersebut dan memicu gelombang protes besar-besaran di ibu kota Asuncion.
Dalam sidang yang digelar pada Kamis, 78 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan persetujuan penuh untuk memulai proses pemakzulan.
Keputusan ini muncul kurang dari satu jam setelah Pena secara resmi menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada lembaga legislatif melalui Menteri Dalam Negeri, Enrique Riera.
Kini, nasib proses tersebut berada di tangan Senat, yang akan menentukan apakah pemakzulan terus dilanjutkan atau pengunduran diri sang presiden langsung diterima.
Melalui unggahan di media sosial X, Pena menjelaskan bahwa langkah pengunduran dirinya diambil semata-mata demi menjaga stabilitas nasional.
Ia turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Paraguay apabila masa kepemimpinannya dinilai mengecewakan, sembari menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat mengkhianati kepercayaan publik.
"Tidak ada jabatan yang pantas melebihi kemaslahatan Paraguay," tegas Pena dalam pernyataannya.
Terkait krisis yang terjadi, ia berharap pemerintah dapat terus berupaya mengembalikan dana nasabah, memaksimalkan fungsi lembaga penjamin simpanan, serta mengamankan aset milik masyarakat.
Skandal Ueno Bank dan Hilangnya Dukungan PolitikGuncangan politik tingkat tinggi ini bermula dari keruntuhan Ueno Bank, bank digital terbesar di Paraguay. Bank Sentral Paraguay terpaksa turun tangan setelah tingkat likuiditas bank tersebut anjlok di bawah batas minimum yang diwajibkan.
Situasi tersebut membuat jutaan nasabah kesulitan menarik dana mereka, memantik kemarahan publik, dan mendorong massa turun ke jalan.
Pena, yang baru menjabat sejak Agustus 2023 untuk periode lima tahun, ikut terseret ke pusat pusaran skandal karena diketahui masih memiliki saham di Ueno Holding (perusahaan induk bank tersebut) hingga 2025.
Pihak oposisi di parlemen melayangkan tudingan kuat mengenai adanya konflik kepentingan, dugaan penyalahgunaan dana pensiun, hingga upaya sengaja menutupi kebobrokan finansial bank.
Akibat rentetan skandal ini, tingkat dukungan internal dari Partai Colorado yang berkuasa merosot tajam. Bahkan, mantan Presiden Horacio Cartes yang selama ini dikenal sebagai mentor politik Pena dilaporkan turut memberikan dukungan terhadap proses pemakzulan tersebut.