Menlu RI Dorong APEC Perkuat Ketahanan dan Konektivitas Kawasan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Kamis, 05 November 2026, 13:31 WIB
Menlu RI Dorong APEC Perkuat Ketahanan dan Konektivitas Kawasan
Menlu RI Arrmanatha Nasir (Foto: Kemlu RI)
Kecil Besar
rmol news logo Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir mendorong negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) memperkuat kerja sama dalam membangun ketahanan dan konektivitas kawasan Asia Pasifik.

Pesan itu disampaikan Arrmanatha dalam pertemuan APEC Ministerial Meeting (AMM) ke-37 yang berlangsung secara daring pada Selasa, 3 November 2026 

Forum yang mengusung tema “Building an Asia-Pacific Community to Prosper Together” tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan mengenai arah kerja sama ekonomi kawasan.

“Menghadapi ketidakpastian global saat ini, APEC harus semakin solid dalam kerja sama membangun ketahanan dan konektivitas di Asia Pasifik,” tegas Arrmanatha, dikutip dari laporan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), Kamis, 5 November 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Arrmanatha menekankan bahwa ketahanan nasional merupakan fondasi penting bagi terciptanya ketahanan kawasan hingga global. 

Indonesia sendiri terus memprioritaskan penguatan ketahanan nasional, khususnya di sektor energi dan pangan, yang didukung melalui pembangunan sumber daya manusia.

“Di tengah ekonomi global yang semakin saling terhubung, penguatan ketahanan nasional memerlukan kerja sama inklusif dan berkelanjutan,” sambungnya.

Selain ketahanan, Menlu juga menyoroti pentingnya memperluas konektivitas kawasan, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat dimanfaatkan untuk menjembatani pertukaran gagasan, pengetahuan, dan peluang di kawasan. 

Karena itu, ia mendorong peningkatan investasi dalam keterampilan digital agar pemanfaatan AI berlangsung secara aman, bertanggung jawab, dan berorientasi pada manusia.

Indonesia turut menegaskan pentingnya memperkuat sistem perdagangan multilateral berbasis aturan dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai pilar utama. 

“Melalui APEC, kita dorong reformasi di WTO yang bermakna dan inklusif, sehingga lebih bermanfaat nyata bagi semua pihak,” tegas Arrmanatha. 

Menlu juga berharap APEC dapat menjadi inkubator gagasan yang menghasilkan kerja sama dengan manfaat konkret. 

“APEC harus menjadi inkubator gagasan dengan hasil dan manfaat yang semakin nyata dan berdampak,” pungkasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA