Bahkan, Trump mengusulkan agar jabatan presiden di negara Amerika Selatan tersebut digantikan dengan gubernur jika gagasan itu terwujud.
"Ayo kita wujudkan. Ayo kita jadikan negara bagian ke-51. Dan alih-alih presiden, kita akan mengadakan pemilihan gubernur. Bagaimana menurut kalian? Kalian tahu, mereka punya banyak minyak," ujarnya saat berpidato di kampanye pemilihan paruh waktu di Corpus Christi, Texas, Selasa malam waktu setempat, 27 Oktober 2026.
Meski melontarkan gagasan tersebut, Trump tidak memerinci langkah konkret maupun mekanisme untuk menjadikan Venezuela sebagai negara bagian AS.
Lebih lanjut Trump menyinggung hubungan Washington dan Caracas yang disebutnya semakin erat, terutama dalam kerja sama sektor minyak.
"Saya ingin berterima kasih kepada Venezuela, di mana hubungan kita telah menjadi sangat, sangat baik, bahkan hebat," kata Trump.
Dikatakan bahwa kedatangan satu juta barel pertama minyak Venezuela diberikan secara gratis berdasarkan kesepakatan kedua negara.
Trump kemudian mengklaim kerja sama tersebut menjadi kemenangan bersejarah bagi AS karena memberikan kendali atas sebagian besar pasokan minyak dunia.
Dia juga menyebut minyak Venezuela akan diolah di Texas, termasuk di Corpus Christi. Investasi yang masuk turut menciptakan lapangan kerja di Venezuela dalam skala yang sebelumnya sulit dibayangkan, sekaligus membuka peluang bagi negara tersebut untuk menjadi lebih makmur.
"Kita mengekstraksi banyak minyak untuk diri kita sendiri, sangat banyak. Negara ini akan menjadi negara yang makmur, dan siapa tahu? Mungkin suatu hari nanti akan menjadi negara bagian ke-51 yang makmur. Itu mungkin saja terjadi," kata Trump.
BERITA TERKAIT: