Elon Musk Tuduh Ukraina Salahgunakan Starlink untuk Bunuh Orang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Senin, 26 Oktober 2026, 11:26 WIB
Elon Musk Tuduh Ukraina Salahgunakan Starlink untuk Bunuh Orang
CEO SpaceX Elon Musk (Foto: X)
Kecil Besar
rmol news logo CEO SpaceX Elon Musk menuduh militer Ukraina melanggar ketentuan layanan Starlink dengan memanfaatkan jaringan internet satelit komersial tersebut untuk mendukung operasi serangan drone yang mematikan. 

Melalui unggahan di platform X, Musk menegaskan bahwa Starlink merupakan layanan komersial untuk penggunaan sipil yang tidak diperuntukkan bagi serangan ofensif untuk membunuh manusia.

"Militer Ukraina melanggar ketentuan layanan Starlink dan menggunakannya untuk serangan drone ofensif guna membunuh orang," tegas Musk, dikutip Senin, 26 Oktober 2026.

Dia mengungkapkan, penyalahgunaan tersebut dimungkinkan oleh celah dalam sistem Starlink yang memungkinkan militer Ukraina menggunakan jaringan itu untuk melancarkan serangan drone. 

Namun, Musk mengklaim celah tersebut telah diperbaiki sehingga tidak lagi dapat dimanfaatkan untuk tujuan serupa.

Meski melontarkan tuduhan terhadap militer Ukraina, Musk juga menyoroti ketergantungan pasukan Kyiv terhadap layanan internet satelit milik SpaceX tersebut. Dia memperingatkan dampak besar jika Starlink dihentikan di medan perang Ukraina.

“Jika Starlink dimatikan, garis depan Ukraina akan langsung runtuh. Ini BUKAN ancaman; ini hanyalah pernyataan fakta," kata dia.

Musk turut mengecam pihak-pihak yang dinilainya mendorong perang berkepanjangan. 

“Saya hanya memiliki rasa jijik yang mendalam terhadap para penghasut perang jahat yang gemar pamer kebajikan dan mendorong pembantaian tanpa akhir. Semoga kalian terbakar di neraka,” tulisnya.

Dia juga membedakan Starlink dari Starshield, sistem komunikasi satelit berkemampuan militer yang terpisah dan berada di bawah kendali pemerintah Amerika Serikat. Menurutnya, penggunaan Starshield sepenuhnya menjadi keputusan pemerintah AS.

Pernyataan Musk muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terkait upaya mengakhiri perang dengan Rusia. 

Trump sebelumnya mengkritik serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia dan mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membeli solar dari negara tersebut, di tengah tekanan kenaikan harga energi dan biaya hidup di AS menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November 2026.

Trump juga menuding Zelensky menimbulkan masalah bagi dunia karena dinilai mengabaikan permintaannya untuk menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia. 

Selain itu, Trump menyarankan Ukraina memilih pemimpin baru yang bersedia menawarkan solusi realistis untuk mengakhiri konflik dan tidak menghambat upaya mediasi Washington.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA