Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun. (Foto: RMOL/Jamaludin)
Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun. (Foto: RMOL/Jamaludin)
Dalam membaca dugaan keterlibatan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP) dan sejumlah pihak lainnya, Ubedilah menilai penyidik perlu mengungkap siapa aktor utama serta kepentingan di balik aktivitas penyadapan tersebut.
"Penyadapan terhadap Presiden suatu negara dalam banyak perspektif geopolitik biasanya dilakukan oleh intelijen negara lain yang didukung kekuatan global. Tetapi dalam kasus LSP ini saya cermati sebagai peristiwa khusus luar biasa karena diduga kuat dilakukan oleh mantan Kapolri dan sedang menjabat kepala kantor staf Presiden. Karena aktornya aktor elite nasional dan bagian dari pejabat negara maka dugaan kuat saya lebih dilihat sebagai agenda persaingan politik nasional," kata Ubedilah kepada RMOL, Minggu, 8 November 2026.
Populer
Sabtu, 07 November 2026 | 09:32
Jumat, 06 November 2026 | 04:27
Sabtu, 07 November 2026 | 05:07
Minggu, 01 November 2026 | 22:28
Rabu, 04 November 2026 | 23:19
Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29
Selasa, 03 November 2026 | 02:41
UPDATE
Senin, 09 November 2026 | 00:30
Senin, 09 November 2026 | 00:06
Minggu, 08 November 2026 | 23:41
Minggu, 08 November 2026 | 23:37
Minggu, 08 November 2026 | 23:25
Minggu, 08 November 2026 | 20:55
Minggu, 08 November 2026 | 20:00
Minggu, 08 November 2026 | 19:45
Minggu, 08 November 2026 | 19:38
Minggu, 08 November 2026 | 18:48