Berita

Kolase Gibran Rakabuming Raka, Joko Widodo, dan Kaesang Pangarep. (Foto: AI)

Politik

Gibran, Kaesang, dan Bobby Nasution Tak Masuk Sasaran Penyadapan

MINGGU, 08 NOVEMBER 2026 | 06:11 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pengamat politik dan militer Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting mengatakan, dari 6.000 nomor telepon seluler yang diduga menjadi sasaran penyadapan illegal, ternyata tidak menyasar nama-nama lingkaran dekat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). 

Di antaranya Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Wapres Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia Pratikno, dan sejumlah tokoh lainnya.

“Tidak ada orang-orang lingkaran dekat  Jokowi,” kata Ginting kepada wartawan,  Sabtu 7 November 2026.


Sebaliknya, Ginting menyoroti munculnya nama-nama orang yang selama ini dikenal berseberangan atau kritis terhadap Jokowi.

“Ada tuh yang kontra dengan Jokowi misalnya. Itu ada apa? Kemudian Wapres Gibran juga tidak ada,” kata Ginting.

Ginting menilai persoalan tersebut tidak bisa dilihat hanya sebagai perkara hukum biasa. Menurutnya, dugaan penyadapan terhadap kepala negara merupakan persoalan serius yang menyangkut keamanan nasional dan berpotensi menjadi perhatian internasional.

“Dunia juga melihat ini. Ini bukan isu nasional lagi, tetapi isu internasional,” kata Ginting.

Ginting bahkan memperkirakan adanya sekitar 14 perwira tinggi yang berpotensi terseret dalam perkara tersebut.

Ia menduga sejumlah perwira tinggi itu bisa menjadi tersangka apabila penyelidikan menemukan bukti keterlibatan mereka.

“Saya sampai menghitung ketika tanggal 1, ini ada sekitar 14 perwira tinggi yang akan terseret, yang saya duga akan menjadi tersangka,” kata Ginting.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya