Berita

Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah saat menjalani sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis 5 November 2026. (Foto: Istimewa)

Politik

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

KAMIS, 05 NOVEMBER 2026 | 23:01 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sikap Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang menolak permintaan kubu terdakwa Roy Suryo apabila ijazah S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diklaimnya asli kembali dilakukan uji laboratorium forensik meski melalui perintah majelis hakim, memancing pertanyaan publik.

"Aneh sekali, Jokowi tidak mau lagi ijazahnya diuji ulang di Bareskrim Polri," kata Direktur ABC Riset & Consulting Erizal, dikutip Kamis 5 November 2026.

Erizal mengaku tidak tahu persis alasan Jokowi menolak ijazahnya diperiksa ulang Bareskrim Polri.


"Kalau memang asli kan tidak akan pernah tiba-tiba berubah menjadi palsu? Ketidakmauan itu justru menimbulkan kecurigaan," kata Erizal.

Padahal, kata Erizal, ijazah Jokowi itu sudah dipakai untuk mendapatkan jabatan publik di Pilkada Solo dua kali, di Pilgub DKI Jakarta satu kali, dan di Pilpres dua kali. 

"Mestinya ijazah itu milik publik dan ditaruh di Arsip Nasional," kata Erizal.

Apakah karena Kapolri yang sebelumnya dijabat Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah diganti, makanya Jokowi tidak mau lagi ijazahnya diuji ulang.

"Malah tidak hanya diganti, Kapolrinya sudah ditangkap pula, karena kasus penyadapan, yang disinyalir mengarah kepada makar," kata Erizal.

"Ketidakmauan Jokowi bukanlah ciri-ciri orang yang memiliki ijazah asli. Justru itu adalah ciri-ciri yang sebaliknya," sambungnya.

Sebelumnya Jokowi menunjukkan ijazah miliknya saat menjalani sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis 5 November 2026.

Dalam kesempatan tersebut Jokowi memperlihatkan ijazah S1 UGM kepada pengunjung sidang sebelum kembali memasukkannya ke dalam tas. Momen tersebut menjadi bagian dari persidangan yang berkaitan dengan polemik tudingan ijazah palsu.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya