Berita

Ketua Komisi II DPR Fraksi Nasdem, Rifqinizamy Karsayuda. (Foto: Dok. Nasdem)

Politik

Nasdem Dorong BRAN Punya Kewenangan Kuat Selesaikan Konflik Agraria

KAMIS, 05 NOVEMBER 2026 | 11:48 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Partai Nasdem mendorong penguatan reforma agraria agar tidak berhenti pada perubahan regulasi dan wacana kelembagaan, tetapi benar-benar memberikan akses tanah kepada rakyat.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Simposium Reforma Agraria bertema "Memperkuat Reforma Agraria untuk Keadilan Sosial, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat" di Ballroom Nasdem Tower, Jakarta, Rabu, 4 November 2026.

Ketua Komisi II DPR Fraksi Nasdem, Rifqinizamy Karsayuda menegaskan, reforma agraria harus berorientasi pada pemenuhan hak masyarakat atas tanah.


"Kami tidak berpuas diri dengan ide reforma agraria. Kami ingin menghadirkan tanah untuk rakyat, tanah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," ujar Rifqinizamy.

Menurutnya, momentum pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) dan lahirnya regulasi baru harus dimanfaatkan untuk membangun kesepahaman lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan pertanahan.

Dalam forum yang sama, Wakil Ketua Pokja Regulasi dan Blueprint BRAN, Mohamad Sinal, menyampaikan aspirasi agar keputusan badan tersebut nantinya memiliki kekuatan final dan mengikat. Kewenangan tersebut dinilai dapat menjadi instrumen untuk membantu menyelesaikan konflik agraria yang selama ini berlarut-larut.

Namun, Sinal menegaskan BRAN tidak dibentuk untuk mengambil alih kewenangan kementerian maupun lembaga lain. Sebaliknya, badan tersebut diharapkan memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarlembaga.

"BRAN ini bukan mengambil alih wewenang dari kementerian atau lembaga-lembaga terkait. Justru BRAN ini nanti akan berkolaborasi dengan beberapa kementerian dan lembaga terkait," kata Sinal yang hadir mewakili Kepala BRAN Dedi Prasetyo.

Dukungan terhadap penguatan kelembagaan reforma agraria juga disampaikan Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan. Ia mengapresiasi inisiatif Nasdem yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas persoalan agraria.

Ossy menilai keberhasilan BRAN membutuhkan dukungan banyak pihak, mulai dari kementerian, partai politik, komunitas masyarakat, lembaga swadaya masyarakat hingga elemen lainnya.

Simposium tersebut juga menghadirkan Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Roni Septian Maulana, Menteri ATR/Kepala BPN periode 2016-2022 Sofyan Abdul Djalil, serta Nur Amalia dari Petani Nasdem. Diskusi dipandu mantan Bupati Luwu Utara dua periode, Muchtar Luthfi A. Mutty.

Simposium ini menjadi forum pertama dari rangkaian kegiatan Nasdem menjelang peringatan HUT ke-15. NasDem berharap penguatan kelembagaan, penyelesaian konflik pertanahan, dan kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat terwujudnya reforma agraria yang berkeadilan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya