Berita

Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Staf Khusus Gubernur Aceh Teuku Irsyadi, Presiden Prabowo Subianto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (Foto: Instragram)

Pemerintahan

Mualem Temui Prabowo di Istana, Teddy dan Prasetyo Ikut Hadir

RABU, 04 NOVEMBER 2026 | 22:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 4 November 2026. 

Momen pertemuan itu dibagikan Mualem melalui unggahan akun Instagram pribadinya @muzakirmanaf1964, Rabu malam. 

Dalam foto-foto yang diunggah memperlihatkan Mualem, Staf Khusus Gubernur Aceh Teuku Irsyadi, Presiden Prabowo Subianto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya duduk dalam satu meja.


"Saya menemui Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 4 November 2026. Turut hadir Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, dan Staf Khusus Gubernur Aceh Teuku Irsyadi," tulis Mualem.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan kepentingan Aceh menjadi pembahasan. 

Di antaranya keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus), penyelesaian dan kepastian hukum mengenai Bendera Aceh, serta penyelesaian status tanah wakaf Blang Padang.

Selain itu, Mualem juga menyampaikan sejumlah persoalan lain yang membutuhkan tindak lanjut pemerintah pusat. Mulai dari surat kepresidenan tahun 2017 terkait PATNA, percepatan tindak lanjut keputusan mengenai Blok Rantau, hingga usulan pembentukan dana abadi bagi mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

"Kami juga membahas mengenai tindak lanjut surat kepresidenan tahun 2017 terkait PATNA, percepatan tindak lanjut keputusan terkait Blok Rantau, serta usulan dana abadi bagi mantan kombatan GAM," paparnya.

Mualem mengungkapkan, berbagai usulan yang disampaikan mendapat sambutan baik dari Prabowo. 

Dia berharap pertemuan di Istana tersebut dapat membuka jalan bagi penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian Pemerintah Aceh.

"Semoga pertemuan ini menjadi langkah positif bagi penyelesaian agenda strategis dan kemajuan Aceh ke depan," demikian kata Mualem.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya