Berita

Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa (tengah). (Foto: RMOL)

Global

Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global

RABU, 04 NOVEMBER 2026 | 19:07 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto berpotensi merusak reputasi Indonesia di panggung internasional dan menggerus kepercayaan mitra strategis terhadap keamanan negara.

Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa menilai dugaan spionase di lingkaran domestik bukan sekadar persoalan keamanan, tetapi juga menyangkut stabilitas pemerintahan dan posisi tawar Indonesia dalam percaturan global.

Penegasan tersebut disampaikan merespons dugaan penyadapan yang dilakukan oleh kelompok Listyo Sigit Prabowo (LSP) terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagaimana diungkap Bareskrim Polri. 


"Ketika seorang kepala negara yang memegang kendali penuh atas kebijakan strategis nasional menjadi objek penyadapan oleh faksi di dalam negeri sendiri, hal ini mengirimkan sinyal bahaya yang menunjukkan adanya kerentanan struktural yang sangat serius bagi keamanan negara," ujar Teguh di Pekanbaru, Riau, Rabu, 4 November 2026.

Menurut Teguh, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo tengah membangun momentum diplomatik melalui keterlibatan aktif dalam berbagai forum internasional dan penerapan politik luar negeri bebas aktif.

Namun, dugaan penyadapan terhadap kepala negara dapat memunculkan pertanyaan mengenai ketahanan informasi, keamanan komunikasi pemerintahan, serta kepastian hukum di Indonesia.

Dalam perspektif geopolitik, kepercayaan internasional tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer dan pengaruh diplomatik. Kemampuan negara menjaga kerahasiaan informasi strategis dan stabilitas institusi pemerintahan juga menjadi faktor penting.

Teguh mengingatkan, kerentanan di dalam negeri berpotensi dimanfaatkan aktor asing untuk melemahkan posisi Indonesia dalam persaingan geopolitik.

"Aksi spionase internal semacam ini berpotensi dimanfaatkan oleh aktor-aktor geopolitik asing yang ingin melihat Indonesia melemah dari dalam," katanya.

Atas dasar itu, GREAT Institute mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan komunikasi kepresidenan, termasuk audit keamanan siber dan pengawasan terhadap prosedur pengamanan informasi strategis.

Teguh juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan tindakan di luar koridor hukum dan konstitusi. Menurutnya, kepentingan politik kelompok tertentu tidak boleh mengesampingkan kedaulatan dan kepentingan nasional.

GREAT Institute menyatakan akan terus mencermati perkembangan kasus tersebut dari perspektif geopolitik, terutama dampaknya terhadap kredibilitas Indonesia dan kepercayaan komunitas internasional.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya