Berita

Direktur Eksekutif Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati. (Foto: Istimewa)

Politik

Kasus Listyo Sigit Momentum Benahi Kewenangan Intelijen dan Penegakan Hukum

RABU, 04 NOVEMBER 2026 | 18:37 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus menjadi momentum pembenahan mekanisme pengawasan kewenangan intelijen dan penegakan hukum.

Direktur Eksekutif Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati mengapresiasi pihak-pihak yang telah mengungkap dan mengusut dugaan praktik penyadapan tersebut.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini penting untuk memastikan tidak ada pihak yang kebal hukum, termasuk mereka yang pernah menduduki jabatan strategis di institusi negara.


"Peristiwa ini, apabila terbukti, merupakan preseden buruk bagi demokrasi, supremasi hukum, dan tata kelola keamanan nasional. Penyalahgunaan kewenangan untuk melakukan penyadapan di luar koridor hukum bukan sekadar pelanggaran privasi, melainkan ancaman serius terhadap kebebasan sipil, independensi institusi, dan kepercayaan publik terhadap negara," kata Neni kepada RMOL, sesaat lalu, Rabu, 4 November 2026.

Ia menegaskan, seluruh pihak yang terbukti terlibat harus diproses dan dijatuhi hukuman sesuai ketentuan perundang-undangan. 

Pengusutan juga tidak boleh hanya menyasar pelaksana di lapangan, tetapi harus menjangkau aktor intelektual, pemberi perintah, hingga pihak yang memanfaatkan praktik tersebut.

Neni juga mendesak aparat penegak hukum menelusuri seluruh rantai komando dan memastikan aktor utama dimintai pertanggungjawaban hukum.

Ia mengingatkan, transparansi dan independensi penyidikan diperlukan agar penanganan perkara tidak berhenti pada pengorbanan pihak tertentu demi melindungi pihak lain.

"Kasus ini harus menjadi momentum pembenahan serius terhadap mekanisme pengawasan kewenangan intelijen dan penegakan hukum. Praktik penyadapan yang melanggar hukum tidak boleh terulang, dan tidak boleh ada impunitas bagi siapa pun yang menyalahgunakan kekuasaan," tegasnya.

Lebih jauh, Neni menilai demokrasi tidak akan berjalan sehat apabila kewenangan negara digunakan untuk mengawasi, mengintimidasi, atau membungkam pihak lain di luar mekanisme hukum yang sah.

“Demokrasi tidak dapat berjalan sehat ketika kewenangan negara digunakan untuk mengawasi, mengintimidasi, atau membungkam pihak lain di luar mekanisme hukum yang sah,” pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya