Berita

Sekjen Gerindra Sugiono (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Sugiono Pertanyakan Motif Listyo Dkk Sadap Hp Presiden

RABU, 04 NOVEMBER 2026 | 15:55 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Sugiono, mempertanyakan motif dan dasar dugaan penyadapan telepon seluler Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah pihak lainnya.

"Kami di gerindra berpandangan apasih motifnya apasih dasarnya kan seperti itu, penyadapan dilakukan kepada kepala pemerintahan kepada presiden dalam hal ini oleh institusi yang berada di bawah beliau," ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 November 2026.

Sugiono menilai, penyadapan terhadap kepala pemerintahan oleh institusi yang berada di bawah kepemimpinannya merupakan persoalan serius. Bahkan, ia memandang tindakan tersebut sebagai bentuk insubordinasi yang berpotensi mengarah pada dugaan makar terhadap Presiden.


“Kalau saya sih berpendapat bahwa ini merupakan suatu bentuk insubkordinasi, kemudian bisa jadi kemudian ditemukan motif-motif yang mengarah makar kepada presiden,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dan jajarannya yang telah mengusut perkara tersebut. 

Sugiono berharap proses hukum berjalan hingga seluruh fakta, termasuk motif di balik penyadapan, dapat terungkap secara terang.

“Dan sekali lagi kami mengucapkan apresiasi kepada kapolri dan jajarannya sudah melakukan proses ini dan tentu saja kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan untuk bisa mengetahui lebih lanjut tapi sekali lagi ini merupakan sesuatu yang sangat-sangat disayangkan,” ujarnya.

Menanggapi anggapan Istana kecolongan dalam pengamanan komunikasi Presiden, Sugiono menyebut persoalan itu perlu didalami karena pelakunya justru berasal dari dalam pemerintahan sendiri.

“Itu juga yang sedang kita dalami dan itu tadi kalau disebut kebobolan ya ini dari dalam sendiri kan dari dalam pemerintahan sendiri. Makanya saya bilang ini bisa saja diterjemahkan sebagai suatu insubkordinasi,” tegasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya