PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE). (Foto: Dok. PGE)
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 21,45 persen menjadi 126,62 juta Dolar AS hingga September 2026. Capaian tersebut melampaui pertumbuhan pendapatan perusahaan yang sebesar 10,46 persen.
Direktur Keuangan PGE, Fransetya H. Hutabarat, mengatakan pertumbuhan laba ditopang upaya efisiensi di berbagai lini, mulai dari operasional hingga keuangan.
“Net income ini yang growth by 21 persen itu bisa melebihi revenue yang hanya growth 10 persen,” kata Frans dalam media briefing PGE di Jakarta, Rabu, 4 November 2026.
Hingga September 2026, pendapatan PGE mencapai 352,20 juta Dolar AS, meningkat dari 318,86 juta Dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih naik dari 104,26 juta Dolar AS menjadi 126,62 juta Dolar AS.
Fransetya menjelaskan, perusahaan menekan beban operasional melalui penghematan biaya dan optimalisasi kinerja di berbagai lini. Salah satunya terlihat dari beban umum dan administrasi atau general and administrative expenses (G&A) yang turun 15,03 persen menjadi 20 juta Dolar AS dari sebelumnya 23,54 juta Dolar AS.
Penurunan tersebut terutama didorong efisiensi biaya gaji dan tunjangan sebesar 5,86 juta Dolar AS secara tahunan, serta penghematan biaya tenaga kerja dan jasa profesional sebesar 0,37 juta Dolar AS.
“Jadi kita melihat semua potensi yang ada untuk optimalisasi untuk penghematan itu semuanya in place untuk memastikan bahwa tidak hanya kita bisa menghasilkan revenue yang lebih tinggi dari tahun lalu tetapi kita bisa mencetak net income yang bisa lebih baik dari tahun lalu,” ujarnya.
Selain efisiensi biaya, perbaikan kinerja selisih kurs turut menopang laba. PGE membukukan keuntungan kurs sebesar 0,29 juta Dolar AS hingga September 2026, berbalik dari kerugian 10,22 juta Dolar AS pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, penyesuaian biaya juga dilakukan dengan memprioritaskan belanja modal pada kebutuhan yang mendukung keandalan aset dan keberlanjutan produksi.
PGE mencatat belanja modal sebesar 43,05 juta Dolar AS hingga September 2026, turun 15,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 50,67 juta Dolar AS.
Fransetya menegaskan, efisiensi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga fundamental keuangan perusahaan di tengah kebutuhan pengembangan proyek panas bumi. Hasilnya, margin laba bersih PGE meningkat dari 32,70 persen menjadi 35,95 persen hingga September 2026.