Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bursa

Harga Bitcoin Menguat Tipis, Pasar Pantau Arah Politik AS

RABU, 04 NOVEMBER 2026 | 13:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin mulai bangkit setelah tekanan jual mereda. Namun, kenaikan tipis ini belum cukup kuat untuk menandakan kembalinya tren positif, mengingat pergerakan aset kripto terbesar di dunia tersebut masih dibayangi ketidakpastian ekonomi dan politik Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari CoinMarketCap, Rabu, 4 November 2026, Bitcoin tercatat naik 0,71 persen menjadi 77.248,49 Dolar AS dalam 24 jam terakhir. Kinerja ini sedikit lebih baik dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan yang cenderung bergerak stagnan.

Penguatan Bitcoin sejalan dengan kenaikan pasar saham AS. Indeks S&P 500 naik 0,32 persen, sedangkan Nasdaq-100 yang tercermin melalui ETF QQQ menguat 0,59 persen. Korelasi pergerakan Bitcoin dengan S&P 500 mencapai 85 persen, menunjukkan bahwa harga Bitcoin masih sangat dipengaruhi sentimen pasar keuangan global, terutama perubahan ekspektasi suku bunga.


Di sisi lain, tekanan jual dari investor institusi mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus keluar dana sebesar 398,6 juta Dolar AS pada 2 November. Meski demikian, jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan arus keluar 643,2 juta Dolar AS pada hari sebelumnya.

Aktivitas perdagangan juga mengalami penurunan, dengan volume transaksi Bitcoin tercatat sekitar 1,99 miliar Dolar AS. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual tidak lagi seagresif sebelumnya. Sementara itu, dominasi Bitcoin di pasar kripto masih bertahan di kisaran 60 persen, menandakan belum terjadi pergeseran modal secara signifikan ke aset kripto lainnya.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada hasil pemilihan paruh waktu AS yang diproyeksikan dapat mengubah peta kekuasaan di Kongres. Kemenangan Partai Demokrat berpotensi memunculkan ketidakpastian baru terkait arah regulasi industri kripto. Selain itu, laporan ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan Jumat juga akan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga.

Dari sisi teknikal, Bitcoin sedang menguji rata-rata pergerakan 30 hari di sekitar 77.079 Dolar AS. Jika mampu bertahan di atas area dukungan 76.400-76.500 Dolar AS, Bitcoin berpeluang kembali menguji level 78.000 Dolar AS. Sebaliknya, jika menembus ke bawah area tersebut, harga berisiko melemah menuju level terendah mingguan di 74.968 Dolar AS.

Secara keseluruhan, prospek Bitcoin masih cenderung netral dengan risiko tekanan lanjutan. Investor akan mencermati apakah arus dana ETF Bitcoin spot kembali positif dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya. Kembalinya aliran dana institusi dapat menjadi salah satu penopang penting bagi penguatan harga Bitcoin.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya