Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Global

Bos Binance Ungkap Modus Licik Peretas Curi Kripto

RABU, 04 NOVEMBER 2026 | 11:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peretasan terhadap Binance yang menyebabkan pencurian aset kripto senilai 6,34 miliar Dolar AS ternyata telah dipersiapkan selama berbulan-bulan. 

Para pelaku disebut menggunakan berbagai cara untuk menyusup ke sistem keamanan perusahaan, mulai dari wawancara kerja palsu, perangkat lunak berbahaya, hingga pemanfaatan alat kecerdasan buatan (AI) internal yang berhasil mereka bobol.

Salah satu CEO Binance, Richard Teng, mengatakan para peretas mulai membangun akses ke sistem perusahaan sejak Juni 2026. Mereka awalnya menyebarkan versi palsu dari perangkat pengembang untuk memancing seorang insinyur Binance agar mengunduh dan memasangnya. Pada September, para pelaku kembali menjalankan aksinya dengan menyamar sebagai perekrut tenaga kerja dan menggelar serangkaian wawancara kerja dengan insinyur lainnya.


Dalam proses tersebut, korban diminta mengerjakan tes pemrograman yang ternyata disusupi malware atau perangkat lunak berbahaya. Dari celah itu, peretas kemudian bergerak masuk ke berbagai perangkat dan alat AI internal Binance hingga berhasil mengakses sistem yang digunakan untuk mengotorisasi transaksi dompet kripto.

"Mereka menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk membangun jalan masuk," kata Teng, dikutip dari CNBC International, Rabu, 4 November 2026.

Ia menegaskan, serangan tersebut bukan disebabkan oleh satu titik kelemahan, seperti laptop milik seorang karyawan, melainkan melalui rangkaian upaya penyusupan yang terencana.

Binance menyebut serangan siber pada 29 Oktober tersebut menyebabkan aset senilai 6,34 miliar Dolar AS terdampak. Teng mengatakan perusahaan telah mengganti sekitar 98 persen aset yang terdampak dan masih berupaya membeli kembali aset yang tersisa, terutama yang peredarannya terbatas dan lebih sulit diperoleh. Binance juga menggunakan cadangan dananya sendiri untuk menanggung kerugian pelanggan.

Upaya pemulihan turut melibatkan sejumlah mitra industri, termasuk Tether dan Circle. Sementara itu, Coinbase dan Ripple dilaporkan telah membekukan aset sekitar 3 miliar Dolar AS yang berkaitan dengan pencurian tersebut. Meski demikian, sebagian dana hasil peretasan masih bergerak melalui berbagai jalur pencucian uang.

Teng tidak secara langsung menuding Korea Utara sebagai dalang serangan. Namun, ia mengakui FBI telah mengaitkan insiden tersebut dengan kelompok peretas Korea Utara yang berhubungan dengan jaringan TraderTraitor.

Binance kini telah membangun kembali sistem dompet dan perangkat AI internal yang terdampak, mengganti perangkat yang diretas, serta menonaktifkan kredensial dan token akses milik para insinyur terkait. Perusahaan juga akan meminta pakar keamanan independen untuk mengevaluasi langkah penanganan insiden tersebut. 

"Kami akan terus memperkuat pertahanan seiring berlanjutnya investigasi," ujar Teng.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya