Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bursa

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

RABU, 04 NOVEMBER 2026 | 09:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mendapat tekanan pada awal perdagangan Rabu, 4 November 2026.

Aksi jual yang meluas membuat mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona merah, menyeret indeks turun hampir 1,5 persen.

Pantauan RMOL, IHSG dibuka di level 4.856,96 atau melemah 0,97 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 4.904,29. Tekanan semakin besar setelah perdagangan dimulai. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG sudah turun 1,49 persen ke posisi 4.831,14, bahkan sempat menyentuh level terendah 4.828,92 atau melemah 1,54 persen.


Berdasarkan data perdagangan sekitar pukul 09.12 WIB, IHSG tercatat turun 1,40 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 577 saham melemah, hanya 94 saham menguat, sedangkan 292 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp1,459 triliun dengan volume 4,647 miliar saham dan frekuensi 182.200 kali transaksi.

Tekanan terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar. Saham Bank Mandiri (BMRI) turun 0,56 persen ke Rp3.570, sedangkan Bayan Resources (BYAN) terkoreksi 4,65 persen ke Rp8.200. Sebaliknya, saham Bank Central Asia (BBCA) menguat 0,41 persen ke Rp4.860 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 0,75 persen ke Rp2.680.

Pelemahan terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan gejolak di dalam negeri. Salah satu perhatian investor adalah kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dikhawatirkan menambah ketidakpastian politik serta memengaruhi persepsi risiko investasi di Indonesia.

Dari luar negeri, perhatian pasar tertuju pada pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang berpotensi mengubah peta kekuatan politik di Kongres. Partai Demokrat diperkirakan berpeluang merebut mayoritas kursi DPR, sementara persaingan di sejumlah negara bagian akan menentukan penguasaan Senat. Perubahan komposisi Kongres dapat memengaruhi agenda kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya