Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bursa

Wall Street Rebound, Saham Teknologi Menguat

RABU, 04 NOVEMBER 2026 | 07:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali menghijau setelah tekanan jual selama tiga hari berturut-turut. 

Pemulihan saham-saham teknologi, terutama produsen semikonduktor, menjadi penopang utama Wall Street di tengah perhatian investor terhadap hasil pemilihan paruh waktu AS.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 3 November 2026, waktu setempat, indeks Nasdaq Composite menguat 0,83 persen ke level 25.372,01. S&P 500 naik 0,36 persen menjadi 7.568,92, sekaligus mengakhiri pelemahan selama tiga sesi beruntun. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average turun 197,26 poin atau 0,38 persen ke posisi 51.786,72, tertekan pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar.


Penguatan Nasdaq terutama ditopang saham-saham produsen chip yang mulai bangkit setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir. Saham Advanced Micro Devices (AMD) naik lebih dari 3 persen menjelang pengumuman kinerja kuartal ketiga. Broadcom menguat 3 persen, sementara Micron Technology dan Nvidia masing-masing naik lebih dari 2 persen.

Namun, tidak semua saham teknologi ikut menguat. Saham Apple turun hampir 2 persen setelah perusahaan mengeluarkan proyeksi margin keuntungan yang mengecewakan. Penjualan iPad pada kuartal keempat tahun fiskalnya juga tidak mencapai perkiraan analis. Sementara itu, indeks Nasdaq-100 naik 0,7 persen ke 28.180,26, meski masih berada di zona koreksi, sekitar 10 persen di bawah level tertinggi terbarunya.

Pergerakan saham individual juga menunjukkan hasil beragam. Coinbase melonjak 8 persen setelah sebelumnya terkoreksi tajam, sedangkan Shopify anjlok lebih dari 5 persen karena laba kotor dari bisnis langganan dan volume penjualan barang tidak memenuhi ekspektasi. Sebaliknya, saham Bloom Energy melonjak hampir 10 persen setelah Barclays menaikkan rekomendasinya.

Investor juga mencermati hasil pemilihan paruh waktu AS yang menentukan penguasaan Partai Republik atau Demokrat di Kongres. Hasil pemilu dinilai berpotensi memengaruhi arah kebijakan, termasuk regulasi industri AI, pembangunan pusat data, dan belanja pertahanan. Meski demikian, meredanya ketidakpastian politik setelah pemilu dinilai dapat membuka peluang bagi penguatan lanjutan Wall Street.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya