Berita

Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Finansial

KSSK Revisi Proyeksi Ekonomi RI 2026, Kini Dipatok Maksimal 5,5 Persen

RABU, 04 NOVEMBER 2026 | 07:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menghadapi tekanan. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi nasional menjadi 5,4-5,5 persen, dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,6-6,0 persen.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan revisi tersebut dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

"Ekonomi Indonesia pada 2026 diprakirakan tumbuh di sekitar 5,4-5,5 persen year-on-year," kata Suahasil. 


Meski prospek pertumbuhan dikoreksi ke bawah, KSSK menilai ekonomi nasional masih memiliki daya tahan di tengah meningkatnya tekanan global. Pertumbuhan pada kuartal III-2026 diperkirakan tetap solid, terutama ditopang permintaan domestik dan kinerja ekspor yang masih positif.

Dari dalam negeri, konsumsi rumah tangga diperkirakan terus tumbuh berkat keberlanjutan berbagai stimulus fiskal pemerintah. APBN juga dioptimalkan sebagai peredam guncangan ekonomi (shock absorber) melalui subsidi, kompensasi, perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan, hingga program penciptaan lapangan kerja.

Di sisi lain, investasi diproyeksikan tetap kuat seiring berlanjutnya proyek hilirisasi dan pembangunan infrastruktur yang masuk dalam program prioritas pemerintah. Konsumsi pemerintah juga mendapat dorongan dari percepatan belanja negara dan penyaluran bantuan sosial.

"Konsumsi pemerintah turut didukung oleh percepatan belanja negara dan penyaluran bantuan sosial," ujar Suahasil.

Dari sektor eksternal, ekspor nonmigas masih mencatatkan kinerja positif, ditopang kenaikan harga dan permintaan komoditas ekspor.

Ketahanan ekonomi domestik juga tercermin dari sejumlah indikator aktivitas ekonomi. Penjualan mobil dan sepeda motor pada September 2026 masing-masing tumbuh 28,1 persen dan 15,4 persen secara tahunan.

Aktivitas industri manufaktur pun menunjukkan penguatan. Hal ini terlihat dari Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang meningkat dari sekitar 52 pada September menjadi 54 pada Oktober 2026. Posisi tersebut menunjukkan sektor manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, KSSK terus memperkuat koordinasi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia (BI). Kolaborasi pemerintah bersama Danantara melalui pendekatan two arms of the state juga diperkuat guna menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan dengan nilai tambah lebih tinggi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya