Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bursa

Harga Komoditas Rontok, FTSE 100 Terperosok ke Level Terendah 3 Pekan

RABU, 04 NOVEMBER 2026 | 07:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa berakhir di zona merah pada perdagangan Selasa 3 Novemer 2026 waktu setempat, atau Rabu dini hari WIB. 

Pelemahan harga komoditas, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Prancis, serta ketidakpastian geopolitik membayangi pergerakan pasar di kawasan tersebut.

Indeks Stoxx 600 dan Euro Stoxx 50 masing-masing turun sekitar 0,5 persen, meski berhasil memangkas sebagian kerugian setelah sempat menyentuh level terendah intraday. Bursa Inggris dan Spanyol mencatat penurunan lebih besar, sementara Jerman dan Prancis melemah lebih terbatas. Pasar saham Italia relatif tidak berubah.


Sektor sumber daya dasar menjadi penekan utama setelah terkoreksi hampir 2 persen. Melemahnya harga emas, perak, dan tembaga di tengah ketidakpastian diplomasi Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu tekanan terhadap saham-saham pertambangan.

Saham energi juga kehilangan tenaga seiring penurunan harga minyak mentah untuk hari kedua. Sektor minyak dan gas terkoreksi hampir 1 persen, sementara saham ritel turun lebih dari 1,5 persen. Saham teknologi turut melemah sekitar 0,9 persen, antara lain dipicu penurunan SAP sekitar 2 persen dan koreksi ASML.

Di tengah pelemahan tersebut, Bayer justru melonjak lebih dari 4,5 persen setelah menaikkan proyeksi laba 2026. Philips menguat hampir 5 persen setelah mencatat laba di atas ekspektasi pasar. LVMH juga naik sekitar 2 persen.

Di Prancis, indeks CAC 40 turun 0,3 persen ke level 8.020. Sentimen negatif datang dari memburuknya prospek fiskal negara tersebut setelah Fitch mengubah outlook Prancis menjadi negatif.

Fitch menyoroti tekanan keuangan publik, tingginya utang pemerintah dan biaya pinjaman, pertumbuhan ekonomi yang lesu, serta ketidakpastian politik. Kondisi anggaran turut memperkuat kekhawatiran tersebut. Defisit Prancis mencapai 159,2 miliar Euro pada Januari-September 2026, meningkat dari 155,4 miliar Euro pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Tekanan terlihat pada sejumlah saham unggulan. Airbus turun 1,4 persen, Safran melemah 1,1 persen, sedangkan EssilorLuxottica dan Vinci masing-masing terkoreksi 1,4 persen. Hermès turun 0,6 persen dan L'Oréal melemah 0,9 persen.

Sebaliknya, LVMH mencatat penguatan 2 persen. Meski demikian, saham perusahaan barang mewah tersebut masih tertekan sekitar 40 persen sejak awal tahun akibat perlambatan permintaan dari Tiongkok. Saham TotalEnergies juga turun 1,1 persen mengikuti pelemahan harga minyak.

Sementara itu, FTSE 100 Inggris mengalami koreksi lebih dalam, yakni 1 persen, sekaligus menyentuh level terendah dalam tiga pekan. Penurunan harga komoditas menjadi faktor utama yang membebani indeks tersebut.

Endeavour merosot lebih dari 4 persen, disusul Antofagasta yang turun sekitar 3,5 persen dan Glencore sebesar 2,8 persen. Anglo American dan Rio Tinto juga kehilangan lebih dari 1,5 persen. Saham perusahaan energi Shell dan BP masing-masing terkoreksi sekitar 1,5 persen dan 2 persen.

Tekanan juga datang dari saham konsumer. Unilever turun sekitar 1 persen setelah mengumumkan rencana memangkas biaya sebesar 1 miliar Euro hingga akhir 2029. Associated British Foods dan Coca-Cola Europacific Partners turut melemah setelah merilis laporan terbaru.

Di tengah dominasi tekanan jual, Hiscox bergerak berlawanan arah dengan menguat lebih dari 2 persen. Perusahaan asuransi tersebut melaporkan kenaikan premi bruto tertulis sebesar 9,5 persen selama sembilan bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Investor masih mencermati perkembangan geopolitik dan arah kebijakan ekonomi AS. Pemilihan paruh waktu AS menjadi salah satu perhatian pasar karena hasilnya dapat menentukan komposisi kekuatan di Kongres dan memengaruhi arah politik pemerintahan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya