Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Politik

Jokowi Panik Gegara Tuntutan Pemakzulan Gibran Makin Kencang

RABU, 04 NOVEMBER 2026 | 04:17 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Makin masifnya tuntutan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai berpotensi memicu kegelisahan di lingkaran kekuasaan yang selama ini dekat dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Bahkan, situasi tersebut dinilai perlu diwaspadai karena berpotensi memunculkan berbagai bentuk ancaman terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah mengatakan, meningkatnya tekanan politik terhadap Gibran dapat membuat kelompok yang selama ini dikenal sebagai Geng Solo semakin panik.


Menurut Amir, kegelisahan tersebut tidak hanya berpotensi dirasakan Jokowi, tetapi juga sejumlah petinggi institusi keamanan dan aparat pemerintahan yang selama ini dinilai mendapatkan posisi strategis pada masa pemerintahan sebelumnya.

“Yang panik itu bukan saja Jokowi, tetapi ada juga petinggi institusi keamanan dan aparat pemerintahan yang selama ini menjadi anak emas selama pemerintahan Jokowi,” kata Amir, dikutip Rabu 4 November 2026. 

Amir mengingatkan, perkembangan politik tersebut perlu dicermati secara serius oleh pemerintahan Prabowo. Ia bahkan tidak menutup kemungkinan munculnya operasi senyap yang dilakukan oleh oknum atau kelompok tertentu untuk melemahkan kepemimpinan Presiden Prabowo.

Namun, Amir menegaskan bahwa berbagai kemungkinan tersebut perlu disikapi secara bijaksana dan tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta tanpa pembuktian.

Karena itu, Amir meminta pejabat pemerintahan, terutama Partai Gerindra, meningkatkan kewaspadaan dan memastikan sistem pengamanan Presiden Prabowo berjalan optimal.

Menurut dia, berbagai gejala politik yang berkembang perlu diperhatikan, terlebih menjelang masa persidangan DPR pada 9 November mendatang. Situasi tersebut dinilai dapat meningkatkan dinamika politik nasional dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai masa depan pemerintahan.

“Ancaman terhadap kursi Prabowo itu bisa saja bersifat fisik atau nonfisik,” kata Amir.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya