Berita

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Hukum

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

SELASA, 03 NOVEMBER 2026 | 23:22 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat ini sudah mendekam di penjara Mabes Polri terkait dugaan kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat (UNU Kalbar) Rosadi Jamani menilai Listyo Sigit cs salah memilih lawan, sehingga kini berstatus tersangka dan langsung dibui.

"Sekarang, polisi sedang memburu gerombolan Listyo yang berusaha melarikan diri. Menyerah saja," kata Rosadi, dikutip Selasa 3 November 2026.


Sekarang ini, menurut Rosadi, publik bertanya-tanya, siapakah sosok yang memerintahkan Listyo melakukan aksi brutal menyadap telepon Prabowo?

"Apakah inisiatif sendiri? Atau, ada pesohor masih haus kekuasaan?" tanya Rosadi.

Dosen Universitas Nasional, Selamat Ginting, dalam podcat Forum Keadilan TV membeberkan aksi penangkapan Listyo. 

Semuanya bermula ketika Mabes Polri menemukan perangkat penyadap. Jejaknya disebut mengarah ke rumah Irjen Ahrie Sonta Nasution. Ketika didatangi, ia malah mengamuk, tak terima mau ditangkap. 

Akhirnya Irjen Ahrie diborgol dan dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua. Saat interogasi, Ahrie jujur mengaku lalu menyebut menjalankan perintah Listyo.

Anak buah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto belum berhenti di Ahrie. Perangkat serupa disebut ditemukan di rumah Irjen Slamet Uliandi dan Brigjen Eko Hadi Santoso. Nama Irjen Abdul Karim dan Irjen Nunung Saifudin ikut terseret dalam cerita tersebut. 

"Dari keterangan itulah, Listyo diamankan, lalu diperiksa di Bareskrim. Usai diperiksa, ia pun dijebloskan ke penjara. Sejumlah perwira lain disebut diamankan di Brimob," kata Rosadi.

Sasaran penyadapan bukan orang sembarangan. Presiden Prabowo, para menteri, pimpinan partai politik, bahkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disebut masuk daftar. 

"Kalau benar, ini bukan lagi operasi intelijen, melainkan seperti memasang telinga di seluruh ruang kekuasaan," kata Rosadi.

Dalam kata Selamat Ginting, ada sebelas nama jenderal diduga terkait jaringan tersebut: Listyo Sigit, Komjen Asep Dedi Suhi, Komjen Suhardianto, Komjen Yuda Gustawan, Irjen Eko Hadi, Irjen Dedi Murti, Irjen M. Tejo Kusumo, Irjen Nunung Saifudin, Irjen Ribut Hari Wibowo, Irjen Abdul Karim, dan Irjen Ahrie Sonta Nasution. Nama-nama dan dugaan keterlibatan mereka tentu masih perlu diuji melalui proses hukum dan keterangan resmi.

Namun, ramai pula ditanyakan warga, siapa sebenarnya memerintah gerombolan Listyo Sigit? Apakah semua itu karena ingin kaya raya? Atau, ada pesohor mengendalikan mereka demi mempertahankan dan merebut kekuasaan? 

"Pertanyaan ini tidak boleh dijawab dengan bisik-bisik warung kopi. Harus dibuka melalui penyelidikan yang transparan. Jangan sampai yang ditangkap hanya pemain lapangan, sementara sutradaranya asyik ngopi sambil blusukan," pungkas Rosadi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya