Berita

Wakil Direktur Utama PLN, Yusuf Didi Setiarto (kanan) dan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier. (Foto: Dok. PLN)

Energi

PLN Jalin Kerja Sama Strategis dengan Australia

Perkuat Sistem Ketenagalistrikan dan Dukung Transisi Energi Nasional
SELASA, 03 NOVEMBER 2026 | 18:05 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT PLN (Persero) memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Australia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memperluas kerja sama di bidang transisi energi, pengembangan sumber daya manusia, teknologi, serta pembiayaan dan investasi. 

Kolaborasi ini mendukung penguatan infrastruktur ketenagalistrikan nasional guna mencapai target Net Zero Emissions (NZE) tahun 2060.

Wakil Direktur Utama PLN, Yusuf Didi Setiarto, mengatakan kemitraan ini membuka peluang bagi PLN untuk mengakses pengetahuan, teknologi, dan dukungan pembiayaan guna mempercepat transformasi dari penyedia listrik (electricity provider) menjadi penyedia solusi energi (energy solution provider).


“Kami berharap kemitraan ini terus berkembang untuk memperkuat kapabilitas PLN dalam menjawab tantangan transisi energi dan menyiapkan pemimpin masa depan di sektor ketenagalistrikan,” ujar Didi dalam keterangan tertulis, Selasa 3 November 2026.

Sebagai tindak lanjut MoU, PLN dan Pemerintah Australia mengembangkan program-program kolaborasi yang mencakup penguatan infrastruktur ketenagalistrikan dan pembiayaan strategis, pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas menghadapi risiko perubahan iklim, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam penguatan infrastruktur, kedua pihak menjajaki dukungan pembiayaan dari Export Finance Australia (EFA) untuk proyek Eastern Java & Bali Grid Strengthening guna meningkatkan keandalan jaringan dan pasokan listrik di Jawa Timur dan Bali. 

Proyek ini diarahkan untuk memperkuat jaringan ketenagalistrikan di Jawa Timur dan Bali melalui pembangunan dan peningkatan infrastruktur transmisi, gardu induk, serta jaringan distribusi.

Selain infrastruktur, kerja sama teknis kedua negara juga membuka peluang pengembangan teknologi untuk memperkuat fleksibilitas sistem ketenagalistrikan. 

PLN menjajaki kolaborasi dengan lembaga riset dan instansi pemerintah Australia, antara lain Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) serta Department of Climate, Environment and Water.

Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan fleksibilitas jaringan, Battery Energy Storage System (BESS), serta fleksibilitas operasi pembangkit. Ketiga aspek ini menjadi penting untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam mengintegrasikan pasokan listrik dari pembangkit EBT yang memiliki karakteristik produksi bergantung pada kondisi alam.

PLN juga memperkuat kesiapan sistem ketenagalistrikan dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Bersama Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (Department of Foreign Affairs and Trade), PLN menjalankan program Capacity Building Skenario Iklim dan Ketahanan Sistem untuk meningkatkan kapasitas pengambilan keputusan berbasis skenario iklim (climate-informed decision-making).

Di bidang pengembangan SDM, PLN bersama Pemerintah Australia melalui program Australia-Indonesia Climate and Sustainable Infrastructure Partnership (KINETIK) menyusun Three-Year Human Capital Development Roadmap periode 2027-2030. Peta jalan ini diselaraskan dengan target Net Zero Emissions (NZE), prioritas Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), serta prinsip Just Energy Transition.

“Penguatan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan pengembangan teknologi dan kualitas SDM. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman internasional, kami ingin menyiapkan talenta PLN yang mampu mengelola sistem ketenagalistrikan masa depan sekaligus menghadirkan solusi energi yang menjawab kebutuhan masyarakat,” imbuh Didi.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, menyambut positif penguatan kemitraan kedua negara. 

Menurutnya, PLN merupakan mitra penting dalam transisi energi Indonesia, khususnya dalam mendukung elektrifikasi dan pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan.

“Kemitraan ini juga bersifat timbal balik. Kami belajar banyak dari PLN dalam memahami lingkungan dan kebutuhan Indonesia, yang semakin memperkaya hubungan kedua negara,” ungkap Brazier.

Melalui kemitraan ini, PLN dan Pemerintah Australia berharap dapat memperkuat kolaborasi jangka panjang yang mencakup pengembangan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, akses pembiayaan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

Sinergi tersebut akan mendukung terwujudnya sistem ketenagalistrikan Indonesia yang semakin andal, berkelanjutan, dan rendah emisi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya