Berita

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI) sekaligus Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda. (Foto: Website Fraksi Golkar)

Politik

DPP AMPI:

Instruksi Bahlil Hentikan Transit Negara Perantara Ekspor Tambang Sangat Tepat

SELASA, 03 NOVEMBER 2026 | 17:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI), Zigo Rolanda, mendukung instruksi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang melarang pengiriman komoditas sumber daya alam (SDA) melalui pelabuhan perantara di negara lain.

Zigo menilai kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia sekaligus memastikan penerimaan negara dari ekspor komoditas tambang dan energi dapat tercatat secara optimal.

"Instruksi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar ekspor komoditas tambang dan gas tidak lagi transit di negara perantara adalah sikap yang sangat tepat dan bernyali untuk kepentingan negara dan rakyat Indonesia,” kata Zigo saat dihubungi, Selasa, 3 November 2026.


Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar itu menjelaskan, Indonesia memiliki kekayaan SDA yang melimpah. Namun, praktik pengiriman komoditas melalui negara perantara selama ini dinilai belum memberikan manfaat maksimal bagi penerimaan negara.

Menurutnya, pengiriman langsung dari Indonesia ke negara tujuan akan memperkuat pencatatan neraca perdagangan, penerimaan devisa, serta pajak yang masuk ke kas negara.

“Kita ini negara besar dan berdaulat. Barang kita yang punya, kekayaan alam kita yang punya, maka ekspor harus langsung dari Indonesia ke negara tujuan agar pencatatan neraca perdagangan serta penerimaan devisa dan pajak masuk penuh ke kas negara," tegas Zigo.

Politisi muda Golkar ini juga menilai praktik pengiriman melalui negara perantara berpotensi melemahkan posisi tawar Indonesia, baik secara geopolitik maupun ekonomi.

"Jangan biarkan kedaulatan ekonomi kita diatur-atur atau dimanfaatkan oleh pihak ketiga. Dengan pengiriman langsung, wibawa bangsa terjaga dan nilai tambah transaksi tercatat penuh untuk kesejahteraan 280 juta rakyat Indonesia," lanjutnya.

Selain mendukung kebijakan ekspor langsung, Zigo turut mengapresiasi dua kebijakan strategis Bahlil lainnya yang disampaikan dalam forum Minerba Convex 2026.

Ia menyoroti pentingnya aturan afirmatif yang memprioritaskan pengusaha daerah, badan usaha milik daerah (BUMD), dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam pengelolaan Izin Usaha Pertambangan (IUP), termasuk keterlibatan kontraktor lokal.

Zigo menilai kebijakan tersebut dapat membuka ruang lebih besar bagi masyarakat daerah untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi di wilayahnya sendiri.

Menurutnya, masyarakat daerah tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pengelolaan kekayaan alam, tetapi harus menjadi pelaku utama yang turut menikmati manfaat ekonomi dari aktivitas pertambangan.

Di sisi lain, Zigo menilai penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) juga penting untuk mencegah kelebihan pasokan dan menjaga stabilitas harga komoditas nasional.

Ia turut mendukung agar pembangunan smelter ke depan difokuskan pada pengolahan produk jadi atau produk akhir, sehingga nilai tambah komoditas dapat dimaksimalkan di dalam negeri.

"Momentum Minerba Convex 2026 ini harus kita perkuat bersama, kita harus dukung apa yang dilakukan Menteri Bahlil. Sinergi Kementerian ESDM, pemerintah daerah, dan pelaku usaha adalah kunci membangun tata kelola pertambangan yang mandiri dan adil untuk rakyat," demikian Zigo menutup.

Bahlil dalam pernyataan sebelumnya meminta agar seluruh ekspor produk energi dan mineral dikirim langsung ke negara tujuan, tanpa melalui negara perantara.

”Saya perintahkan jangan lagi ada pengiriman sumber daya alam lewat transit negara tertentu. Enggak boleh lagi sumber daya alam dari sektor ESDM, mau kirim barang ke China, tidak boleh mampir di negara yang itu. Langsung saja,” ujar Bahlil dalam pembukaan Minerba Convex 2026 di Jakarta, Senin, 2 November 2026.

Untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan, Bahlil menginstruksikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM serta Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) agar pengiriman ekspor gas alam cair (LNG) dilakukan langsung ke negara tujuan.

Dengan demikian, LNG yang diekspor ke Jepang dan Korea Selatan juga harus dikirim secara langsung tanpa melalui negara perantara.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya