Berita

Kepolisian Republik Indonesia (Polri). (Foto: Istimewa)

Keamanan

Kabar Penangkapan Jenderal Polisi Diduga Kasus Penyadapan Presiden, Kapolri Langsung Terbitkan Telegram

SELASA, 03 NOVEMBER 2026 | 15:52 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) merespons kabar penangkapan sejumlah perwira polisi yang diduga berkaitan dengan isu penyadapan terhadap Presiden. Di tengah maraknya isu tersebut, Kapolri Jenderal Suyudi menerbitkan Surat Telegram Mutasi Jabatan Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir menyatakan, pihaknya masih melakukan pengecekan mendalam terkait kebenaran kabar penangkapan perwira polisi yang beredar luas di publik.

"Nanti kami cek proses evaluasinya, ya, seperti itu," ujar Isir saat ditemui wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 3 November 2026.


Informasi yang diterima redaksi, sejumlah perwira diboyong ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Spekulasi di lapangan mengaitkan penangkapan tersebut dengan jenderal bintang empat berinisial L, dua jenderal bintang dua berinisial A dan E, serta perwira menengah berpangkat melati tiga berinisial F.

Meski demikian, belum ada keterangan resmi dari Mabes Polri soal keterkaitan identitas tersebut dalam proses hukum. Sementara, rotasi jabatan terhadap deretan perwira yang dimaksud telah resmi ditandatangani atas nama Kapolri oleh Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Deni Dharmapala.

Dalam Surat Telegram ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026, total ada 264 Pati dan Pamen yang dimutasi. Beberapa di antaranya adalah Irjen Pol Laksana yang sebelumnya menjabat Waastamaops Kapolri kini dirotasi menjadi Dosen Kepolisian Utama Tk. I Akpol Lemdiklat Polri.

Lalu ada Brigjen Pol Auliansyah Lubis dari jabatan lamanya sebagai Karobinops Tamaops Polri menjadi Waastamaops Kapolri. Kemudian Brigjen Pol Edy Suranta Sitepu yang sebelumnya menjabat Karokorwas PPNS Bareskrim Polri kini menjadi Dosen Kepolisian Utama Tk. II STIK Lemdiklat Polri.

Kemudian Kombes Pol Ferdy Irawan yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pidsiber Bareskrim Polri kini menjadi Wadirtipideksus Bareskrim Polri.  

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya