Sebuah unggahan media sosial lama mendadak viral dan meninggalkan kesan kelam setelah seorang pengusaha teknologi multijutawan menjadi korban tewas dalam tragedi kecelakaan pesawat jet pribadi di Florida.
Adam Robinson, pendiri perusahaan teknologi Retention, sempat menuliskan kalimat bernada "mengerikan" enam bulan sebelum insiden nahas tersebut merenggut nyawanya beserta keluarganya.
Unggahan Media Sosial yang MenyimakPada 18 April 2026, Adam membagikan sebuah pesan di platform X yang kini dilihat kembali oleh warganet dengan perasaan terkejut dan pilu. "You don't need to crash a plane to learn to fly ... and you don't need VC to build a business."
Unggahan tersebut langsung menuai berbagai komentar duka dan rasa tidak percaya dari pengguna media sosial. Salah seorang warganet menuliskan di kolom komentar. "How eerie. Prayers for their loved ones. Oof. Absolutely heartbreaking."
Warganet lainnya menambahkan, "This is deeply eerie and incredibly heartbreaking."
Kronologi Tragedi Maut di Palm BeachKecelakaan maut tersebut terjadi pada Minggu sore di kawasan pemukiman Greenacres, Palm Beach, Florida. Pesawat Learjet 60 yang membawa sembilan orang di dalamnya lepas landas dari Bandara Internasional Austin-Bergstrom di Texas menuju Bahama untuk merayakan ulang tahun.
Namun, di tengah perjalanan pada ketinggian 35.000 kaki, pesawat mulai mengalami kendala serius. Berdasarkan rekaman kontrol lalu lintas udara, pilot melaporkan adanya penumpukan es (clear ice) serta turbulensi yang memicu perubahan ketinggian secara mendadak.
Pesawat kemudian menukik hampir vertikal sebelum akhirnya menghantam jalanan di dekat kawasan pemukiman warga dan meledak menjadi bola api.
Daftar Korban dan Pesan TerakhirTragedi nahas ini merenggut nyawa seluruh sembilan orang di dalam pesawat. Para korban meliputi Adam Robinson (44) selaku pendiri perusahaan Retention dan Helen Sharp (40) yang mengelola firma komunikasi Influential PR dan studio keramik.
Kedua anak mereka, Emma (4) dan Charlie (2), pengasuh anak Anita Maria Cetina. Serta dua kerabat keluarga, yakni Rachael Reed dan Charmi Fehr. Kemudian, kru penerbangan di dalam kokpit.
Sebelum kecelakaan terjadi, co-pilot berusia 20 tahun bernama Nathalia Gadelha sempat mengirimkan pesan teks kepada kekasihnya sepuluh menit sebelum insiden. Ayah tiri Nathalia, Thiago Corteleti, mengungkapkan bahwa ia mengirim pesan berbunyi. "I've got turbulence, I've got ice."
Keluarga para korban menyampaikan duka cita mendalam serta ungkapan terima kasih kepada para petugas penyelamat dan komunitas Palm Beach County. Kepergian keluarga ini meninggalkan kenangan mendalam bagi kerabat serta seluruh orang yang mengenal kebaikan hati mereka.