Berita

Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia (Foto: BPMI Setpres)

Pemerintahan

Bahlil: Ekspor Listrik ke Singapura Bisa Berlanjut Asal Harga Cocok

SELASA, 03 NOVEMBER 2026 | 09:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang melanjutkan rencana ekspor listrik Indonesia ke Singapura. 

Namun, kerja sama tersebut hanya dapat direalisasikan apabila kedua negara mencapai kesepakatan harga yang saling menguntungkan.

Bahlil menegaskan, Indonesia tidak akan menyetujui ekspor listrik apabila harga yang ditawarkan belum sesuai dengan perhitungan pemerintah. 


Untuk itu, ia meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tidak terpengaruh lobi pihak-pihak yang berkepentingan agar harga jual listrik Indonesia diturunkan.

"Yang pertama, kita memperhatikan harus saling menguntungkan. Kalau harganya belum cocok, kita nggak bisa. Karena itu saya minta untuk Danantara nggak boleh dilobi untuk mau mengikuti agar harga bisa turun, karena ESDM sudah membuat perhitungan harganya sesuai dengan apa yang sudah kita sampaikan proposalnya. Gitu ya maksudnya, ya," ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

Saat ditanya mengenai kemungkinan ekspor listrik tetap berlanjut, Bahlil memastikan pemerintah tidak menutup pintu kerja sama dengan Singapura. 

Kendati demikian, negara tersebut harus bersedia mengikuti harga yang telah diajukan Indonesia.

"Selama harganya cocok! Selama harganya cocok, ikuti harga kita, memungkinkan, dong. Tetapi kalau harganya tidak cocok, kalau harganya tidak cocok, kami akan memprioritaskan untuk kebutuhan di dalam negeri," tegasnya.

Bahlil juga mengingatkan bahwa pemenuhan kebutuhan energi nasional menjadi pertimbangan utama pemerintah sebelum membuka keran ekspor. 

Menurutnya, pasokan listrik untuk masyarakat dan industri dalam negeri harus dipastikan terpenuhi terlebih dahulu.

"Itu. Dan kita harus memenuhi dulu apa yang menjadi kebutuhan kita di domestik. Gitu ya," sambungnya.

Rencana ekspor listrik Indonesia ke Singapura belum terealisasi karena kedua negara belum mencapai kesepakatan mengenai harga.

Dalam acara Minerba Convex 2026, Senin, 2 November 2026, Bahlil menegaskan Indonesia belum dapat mengekspor listrik dalam waktu dekat lantaran kebutuhan pasokan di dalam negeri masih harus diprioritaskan. 

"Saya sudah mengumumkan untuk Indonesia belum dalam waktu dekat, belum bisa mengekspor listrik. Kita masih butuh listrik. Enggak ada," ujar Bahlil.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya