Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin. (Foto: Istimewa)
PT PAM Jaya (Perseroda) menyetorkan dividen kepada Pemprov DKI Jakarta setelah pengelolaan layanan air bersih di ibu kota beralih sepenuhnya ke tangan perseroan. Pada 2025, nilai dividen yang diberikan mencapai Rp257 miliar.
Capaian tersebut menjadi perkembangan tersendiri setelah sekitar 25 tahun pengelolaan air Jakarta melibatkan dua mitra swasta, yakni PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta (Aetra).
Kerja sama pengelolaan air dengan kedua perusahaan tersebut berakhir pada 31 Januari 2023, selanjutnya PAM Jaya mengambil alih pengelolaan secara penuh.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, setoran dividen pertama yang diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp62,37 miliar. Jumlah itu kemudian meningkat menjadi Rp257 miliar pada 2025.
Adapun untuk 2026, perseroan merencanakan pembagian dividen sebesar Rp230 miliar. Arief menyebutkan, pertumbuhan dividen dari 2024 ke 2025 mencapai 312,7 persen.
Meski dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2026 tercantum angka Rp230 miliar, Arief membuka kemungkinan nilai tersebut dapat meningkat.
“Dulu kami belum bisa memberikan dividen saat tahun 2022. Tapi start 2023 (diambil alih) kemudian tahun 2024 kami sudah bisa memberikan dividen kepada Pemprov DKI Jakarta,” kata Arief, dikutip Senin 2 November 2026.
Selain dividen, PAM Jaya juga memberikan kontribusi kepada daerah melalui pajak dan retribusi. Pajak daerah yang disetor pada 2024 mencapai Rp 16,67 miliar dan Rp 17,77 miliar pada 2025 serta Rp 18,02 miliar pada tahun 2026.
Sedangkan untuk retribusi daerah yang diberikan pada 2024 mencapai Rp 396 juta, dan Rp 302 juta pada 2025, lalu Rp 94 juta pada 2026.
Arief mengatakan, hasil pengelolaan perusahaan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dapat dikembalikan kepada pemerintah daerah.
Setoran dividen PAM Jaya selanjutnya masuk ke dalam APBD DKI Jakarta untuk dikelola kembali bagi kepentingan masyarakat.
Dari sisi pelayanan, hingga September 2026 PAM Jaya telah memiliki 1.222.484 pelanggan yang mencakup sekitar sembilan juta jiwa. Cakupan pelayanan air perpipaan mencapai 83,27 persen dengan kapasitas suplai sebesar 23.051 liter per detik (LPS).
Untuk menunjang distribusi air bersih, perseroan telah membangun jaringan pipa sepanjang 13.094 kilometer.
PAM Jaya menargetkan cakupan pelayanan air perpipaan di Jakarta mencapai 100 persen pada 2029. Target tersebut dibarengi dengan peningkatan jumlah pelanggan menjadi 2.016.011 sambungan dan kapasitas suplai air sebesar 32.159 LPS.
Panjang jaringan pipa juga ditargetkan bertambah menjadi 16.234 kilometer. Seluruh pengembangan infrastruktur tersebut akan didukung oleh 28 Instalasi Pengolahan Air (IPA).