Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Sebanyak 100 mustahik dari Kabupaten Batang mengikuti pelatihan keterampilan kerja yang digelar Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) bersama Ruang Amal Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, 2-7 November 2026.
Program bertajuk Pelatihan Siap Kerja tersebut berlangsung selama enam hari dengan materi menjahit untuk operator sewing garmen, menganyam, serta pembekalan soft skill. Peserta juga mendapatkan pendampingan untuk penempatan kerja di sejumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan industri tersebut.
Ketua Yayasan Ruang Amal Indonesia, Caswiyono Rusydie Cw, mengatakan program Amal Vokasi yang dijalankan bersama LAZISMU dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan akses kerja para mustahik. Kegiatannya mencakup pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga fasilitasi penempatan kerja.
Wakil Sekretaris Badan Pengurus LAZISMU, Ninik Annisa, menyebut pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu upaya mendorong mustahik agar lebih mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan. Dalam jangka panjang, penerima manfaat diharapkan dapat berkembang menjadi pihak yang turut membantu sesama.
Mewakili Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Tri Haryanto, mengingatkan bahwa keberhasilan pelatihan kerja tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang mengikuti program.
Menurutnya, ukuran yang lebih penting adalah jumlah peserta yang berhasil memperoleh pekerjaan dan mampu bertahan setelah ditempatkan di perusahaan.
“Tantangan ketenagakerjaan kita bukan semata soal ada atau tidaknya lowongan, melainkan juga soal jarak antara keterampilan yang dimiliki pencari kerja dan keterampilan yang dicari industri,” ujar Deputi Abdul Haris dalam sambutan yang disampaikan oleh Asisten Deputi Tri Haryanto.
Tantangan tersebut tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Pada Mei 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional mencapai 4,65 persen atau sekitar 7,22 juta orang dari total 155,41 juta angkatan kerja. Sementara itu, TPT Kabupaten Batang pada 2025 tercatat sebesar 5,07 persen atau sekitar 26 ribu orang.
Abdul Haris mengapresiasi pelaksanaan Program Amal Vokasi karena dinilai tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membekali penerima manfaat dengan keterampilan agar dapat memasuki pasar kerja.
“Semoga setiap jahitan yang kalian pelajari pekan ini menjadi jahitan masa depan yang kuat bagi keluarga kalian, bagi Kabupaten Batang, dan bagi Indonesia,” tutupnya.
Project Director PMO Vocational Development KEK Industropolis Batang, Galih Priyo Anggoro, mengatakan peluang kerja di kawasan tersebut masih terbuka seiring masuknya investasi baru. Namun, masyarakat perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan agar dapat memanfaatkan peluang tersebut.
Adapun CEO Ruang Amal Indonesia Slamet Tuharie dan Direktur Pendayagunaan dan Pendistribusian LAZISMU, Ardi Lutfi Kautsar, optimistis target penyerapan peserta pelatihan ke industri minimal 90 persen dapat tercapai.
“Insya Allah, kami memasang target 90 persen peserta bisa diterima kerja,” ujar Ardi Luthfi Kautsar.
Pembukaan pelatihan di Ballroom KEK Industropolis Batang turut dihadiri perwakilan Kemenko PM, LAZISMU, Ruang Amal Indonesia, pengelola kawasan industri, serta perwakilan perusahaan PT JJD Outdoor Products dan PT Widehero Toy Indonesia.