Pasar saham Eropa ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin 2 November 2026 waktu setempat, didorong oleh membaiknya sentimen investor menyusul sinyal dimulainya kembali upaya diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Langkah ini meredakan kekhawatiran eskalasi di Timur Tengah, menekan harga minyak mentah di bawah 100 Dolar AS per barel, serta meredam tekanan inflasi global.
Indeks utama Stoxx 50 naik hampir 1 persen, sementara indeks Stoxx 600 yang lebih luas bertambah 0,5 persen dan menyentuh level tertinggi dalam delapan minggu.
Di bursa Frankfurt, Indeks DAX 40 menguat sekitar 0,6 persen dan ditutup pada level 25.983, mendekati level tertinggi dalam dua bulan. Sektor perjalanan, teknologi, perbankan, industri, dan otomotif mencatatkan kinerja terbaik.
Saham operator pariwisata TUI dan Deutsche Lufthansa masing-masing melonjak 5,5 persen dan 3,8 persen, sementara saham-saham seperti MTU Aero Engines, Heidelberg Materials, Infineon Technologies, Siemens Energy, Adidas, BMW, dan Deutsche Bank turut menguat tajam. Sebaliknya, saham pertahanan Rheinmetall dan operator bursa Deutsche Börse menjadi pemberat pasar dengan koreksi masing-masing sebesar 3,3 persen dan 2,2 persen.
Sementara itu, bursa CAC 40 di Paris melonjak 1,1 persen ke level 8.047. Saham-saham barang mewah menjadi motor penggerak utama, dipimpin oleh Hermes yang naik 2,4 persen, LVMH sebesar 2 persen, dan Kering selaku pemilik Gucci sebesar 1,6 persen. Sektor teknologi dan perbankan juga turut memberikan topangan positif seiring penurunan imbal hasil obligasi pemerintah yang melegakan neraca bank, seperti BNP Paribas yang naik 1,7 persen dan Societe Generale sebesar 1,2 persen.
Di London, indeks FTSE 100 berhasil pulih dari pembukaan yang melemah berkat sokongan kuat dari sektor pertambangan dan perbankan yang mengimbangi kejatuhan sektor energi. Saham pertambangan seperti Fresnillo dan Antofagasta melonjak lebih dari 4,5 persen seiring kenaikan harga emas sebesar 2,3 persen, perak di atas 4 persen, serta tembaga yang naik lebih dari 1 persen.
Sektor perbankan seperti Lloyds, Barclays, dan NatWest juga mendulang kenaikan lebih dari 2 persen. Pasar perumahan turut terdorong oleh kabar bahwa Bank of England mempertimbangkan pelonggaran batas kelipatan pinjaman hipotek. Kendati demikian, laju indeks tertahan oleh kejatuhan tajam saham-saham energi akibat merosotnya harga minyak, di mana Shell terkoreksi sekitar 3 persen dan BP melemah hingga 4,5 persen.
Secara keseluruhan, dinamika penurunan harga minyak mentah memberikan keuntungan besar bagi sektor-sektor yang sensitif terhadap biaya bahan bakar.