Berita

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat

SENIN, 02 NOVEMBER 2026 | 02:02 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Upaya menekan laju penurunan muka tanah (land subsidence) di Jakarta mulai menunjukkan hasil positif.

Masifnya penggunaan air perpipaan yang dikembangkan PT PAM Jaya (Perseroda) dinilai turut berkontribusi dalam memperlambat fenomena penurunan permukaan tanah di Ibu Kota.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, perkembangan tersebut terlihat dari hasil penelitian Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI yang membandingkan kondisi Jakarta pada rentang 2018 hingga 2025.


Berdasarkan hasil penelitian tersebut, area yang sebelumnya menunjukkan indikasi penurunan muka tanah secara signifikan mulai berkurang. 

Perubahan itu ditandai dengan semakin meluasnya area berwarna hijau di sisi selatan Jakarta pada peta penelitian.

Sementara area berwarna merah di sisi utara Jakarta mulai berubah menjadi warna kuning, menggambarkan kondisi penurunan muka tanah semakin menyusut.

Arief menjelaskan, perubahan tersebut sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan air perpipaan oleh masyarakat.

Dengan tersedianya layanan air bersih melalui jaringan pipa, ketergantungan warga terhadap pengambilan air tanah diharapkan semakin berkurang.

"Riset dari Kementerian ESDM, Jakarta berhasil menahan laju penurunan muka tanah. Ini menandakan bahwasannya masyarakat Jakarta sudah banyak mulai menggunakan air perpipaan," kata Arief dalam keterangannya, dikutip Senin 2 November 2026.

Menurutnya, capaian ini menjadi bukti bahwa perluasan jaringan perpipaan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga memiliki dampak terhadap upaya perbaikan lingkungan Jakarta.

Arief menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta atas sinergi yang selama ini terjalin bersama PAM Jaya dalam memperluas akses layanan air perpipaan.

Arief menilai, kolaborasi antarlembaga tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih di Jakarta.

"Ini sesuatu yang secara fakta, bahwasannya layanan 83 persen ternyata terlihat dari riset yang dilakukan bukan oleh kami. Ini Badan Geologi yang melakukan riset," kata Arief.

Arief menambahkan, hasil penelitian tersebut juga telah disampaikannya kepada Gubernur DKI Jakarta.

Capaian itu menjadi penyemangat bagi PAM Jaya untuk terus memperluas cakupan pelayanan dan meningkatkan kapasitas distribusi air bersih.

Berdasarkan data PAM Jaya hingga September 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 1.222.484 sambungan dengan total penerima manfaat sekitar 9 juta jiwa.

Adapun cakupan pelayanan air perpipaan tercatat sebesar 83,27 persen.

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, PAM Jaya saat ini memiliki kapasitas suplai air sebesar 23.051 liter per detik (LPS), didukung jaringan pipa sepanjang 13.094 kilometer.

Meski demikian, Arief menegaskan bahwa perusahaan masih memiliki pekerjaan besar untuk menuntaskan target pelayanan air perpipaan 100 persen pada 2029.

Dalam target tersebut, PAM Jaya membidik jumlah pelanggan sebanyak 2.016.011 sambungan dengan kapasitas suplai mencapai 32.159 LPS.

Panjang jaringan pipa juga ditargetkan meningkat menjadi 16.234 kilometer, dengan dukungan 28 Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya