Berita

Menlu RI Arrmanatha Nasir (Foto: Kemlu RI)

Global

Menlu RI di G20: Ketahanan Nasional Jadi Kunci Stabilitas Global

MINGGU, 01 NOVEMBER 2026 | 16:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Indonesia mendorong penguatan peran negara-negara berkembang dalam rantai pasok global agar tidak hanya menjadi pasar atau konsumen, tetapi juga mampu mengambil bagian sebagai pusat produksi dan pencipta teknologi.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 di Atlanta, Amerika Serikat, pada 30-31 Oktober 2026. 

Dalam forum tersebut, Indonesia menekankan pentingnya kepastian rantai pasok global serta penguatan sistem perdagangan multilateral di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.


Dalam sesi pleno yang membahas rantai pasok, Arrmanatha mengusulkan penguatan kesiapsiagaan menghadapi krisis dan kondisi darurat, dukungan pembiayaan jangka panjang yang terjangkau, serta pembangunan kemitraan teknologi. 

Langkah tersebut dinilai penting agar negara berkembang memiliki kapasitas lebih besar dalam ekosistem produksi global.

“Rantai pasok harus memiliki lebih banyak pusat produksi, terutama di negara-negara berkembang”, disampaikan Menlu.

Selain persoalan rantai pasok, Arrmanatha juga menyoroti keterkaitan antara ketahanan nasional, kawasan, dan global. Menurutnya, ketahanan nasional merupakan fondasi bagi terciptanya stabilitas yang lebih luas melalui kerja sama multilateral yang efektif. 

“Ketahanan nasional memperkuat ketahanan kawasan, yang pada gilirannya memperkuat ketahanan global,” menjadi pesan utama Indonesia dalam pertemuan tersebut.

Dalam pembahasan geopolitik, Menlu mengingatkan dampak konflik di Selat Hormuz, Laut Hitam, dan Laut Merah terhadap jalur perdagangan, pasokan energi, pupuk, hingga pangan dunia. Indonesia turut menegaskan pentingnya de-eskalasi konflik dan penghormatan terhadap UNCLOS 1982 sebagai landasan hukum internasional dalam menjaga kebebasan navigasi. 

“Pangan tidak boleh dijadikan senjata,” tegas Menlu.

Sementara dalam sesi energi, Arrmanatha menegaskan bahwa ketahanan energi merupakan bagian dari keamanan nasional. Indonesia terus memperkuat kemandirian energi melalui penerapan B50 dan program pembangunan 100 gigawatt (GW) tenaga surya. 

“Krisis harus mempercepat transisi energi, bukan justru membalikkannya,” tegasnya. 

Dia juga mendorong transisi energi yang adil dan terjangkau melalui perluasan akses teknologi energi bersih serta pembiayaan bagi negara berkembang.

Pertemuan yang merupakan bagian dari Presidensi G20 Amerika Serikat 2026 itu dihadiri perwakilan 18 negara anggota G20, Uni Eropa, Uni Afrika, serta Polandia sebagai negara undangan. 

Di sela-sela agenda, Arrmanatha juga menggelar sejumlah pertemuan bilateral untuk memperkuat hubungan dan menjajaki peluang kerja sama. Rangkaian Presidensi G20 Amerika Serikat akan mencapai puncaknya melalui KTT G20 di Miami pada 14-15 Desember 2026.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya