Berita

Kebersamaan Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka. (Foto: istimewa)

Politik

Suket Gibran Jadi Bencana Politik Paling Dahsyat di Lingkar Istana

MINGGU, 01 NOVEMBER 2026 | 09:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Polemik surat keterangan penyetaraan pendidikan (Suket) Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai pengamat politik Faizal Assegaf menjadi bencana politik besar bagi lingkar Istana.

Bahkan, ia menilai persoalan tersebut bisa menjadi titik akhir bagi perjalanan politik putra sulung mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi tersebut,

"Suket Gibran menjadi bencana politik paling dahsyat di lingkar Istana. Game over," kata Faizal lewat akun X miliknya, dikutip Minggu, 1 November 2026.


Menurut Inisiator Partai Nasional Gotong Royong (Negoro) itu, desakan agar Gibran mundur dari jabatan Wakil Presiden kini memasuki fase pertentangan politik yang semakin krusial dan sengit.

Ia menilai kubu Presiden Prabowo Subianto dan Jokowi kini berada dalam kalkulasi politik yang serius menyikapi perkembangan tersebut.

Dinamika politik selanjutnya, kata Faizal, akan sangat ditentukan oleh pilihan kedua kubu, apakah menempuh jalan kompromi atau justru menghadapi benturan politik yang lebih keras.

"Desakan Gibran mundur kian memasuki orbit pertentangan krusial dan sengit. Kubu Prabowo & Jokowi berada dalam kalkulasi serius. Dinamika ke depan tergantung kompromi atau benturan keras," tandasnya. 

MA sebelumnya telah mengabulkan kasasi gugatan surat keterangan (Suket) penyetaraan sekolah menengah atas (SMA) milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Lewat amar putusan tersebut, MA menyatakan surat keterangan atau Suket penyetaraan SMA Gibran yang menjadi syarat pencalonannya di Pilpres 2024 tidak sah.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya