Berita

Wakil Menteri Pertanian M. Saleh Mustafa. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Pemerintahan

200 Ribu Hektare Lahan Terindikasi Tumpang Tindih, Wamentan Usul Ini

SABTU, 31 OKTOBER 2026 | 12:22 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kementerian Pertanian mengidentifikasi sekitar 200.000 hektare lahan yang terindikasi tumpang tindih dengan peta dari sejumlah sektor. 

Pemerintah mengusulkan penyatuan peta untuk mengidentifikasi lahan yang izinnya tidak lagi berlanjut atau tidak produktif agar dapat dimanfaatkan bagi kepentingan petani.

Wakil Menteri Pertanian M. Saleh Mustafa menjelaskan bahwa pencocokan peta yang dilakukan Kementerian Pertanian menemukan irisan dengan peta mineral dan batu bara (minerba), kehutanan, hingga pengairan.


"Kita dari Pertanian meng-overlay kira-kira ada sekitar 200.000 hektare," kata Saleh di Hotel Tribrata, Jakarta Selatan, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Ia menyarankan agar peta dari berbagai sektor diintegrasikan sehingga pemerintah memiliki acuan yang sama dalam menentukan pemanfaatan lahan.

"Sehingga saya kemarin menyarankan agar semua peta ini dijadikan satu," ujarnya.

Menurut Saleh, integrasi data tersebut dapat membantu pemerintah mengidentifikasi lahan pertambangan yang izinnya tidak lagi berlanjut maupun hak guna usaha (HGU) yang tidak produktif.

"Mungkin ada HGU-HGU yang tidak produktif, nah itu bisa kita ambil alih untuk digunakan untuk masyarakat, untuk rakyat, untuk petani," tuturnya.

Saleh juga menyoroti persoalan pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Ia menilai ketergantungan pada impor menjadi salah satu persoalan yang perlu diatasi untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

Ia mencontohkan kewajiban importir bawang putih untuk membangun kawasan produksi dalam negeri, yang menurutnya belum berjalan sesuai aturan.

"Aturannya ada, kenyataannya tidak," kata Saleh.

Karena itu, penyatuan data lahan menjadi salah satu hal yang perlu didorong agar pemanfaatan tanah dapat lebih efisien. Saleh menegaskan kembali pentingnya membangun basis data pertanahan yang terintegrasi.

"Jadi satu data ya tentang tanah kita," pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya