Gunung sampah Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Dok. Kementerian ESDM)
Tumpukan sampah di Bantargebang, Kota Bekasi mulai diarahkan menjadi sumber energi listrik yang diproyeksikan mampu memasok kebutuhan lebih dari 55.000 rumah warga.
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang mulai dibangun pada 26 Agustus 2026 itu dirancang mengolah sekitar 500.000 ton sampah per tahun.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia mengatakan, pemanfaatan sampah menjadi listrik merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional melalui sumber daya lokal.
Ketahanan energi tidak hanya dibangun melalui pemanfaatan hasil perkebunan dan bahan bakar nabati, tetapi juga dengan mengolah limbah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan.
"Namun, kemandirian energi tidak hanya dibangun dari apa yang ada di kebun. Kita juga bisa menghasilkan energi dari sesuatu yang selama ini kita anggap sebagai masalah, yaitu sampah," kata Dwi Anggia dalam keterangannya, Selasa, 20 Oktober 2026.
Fasilitas PSEL Bantargebang diproyeksikan mengolah sekitar 70 persen dari total timbunan sampah yang menjadi sasaran program tersebut di wilayah Kota Bekasi.
Selain menghasilkan listrik, proyek ini ditargetkan mengurangi kebutuhan lahan tempat pembuangan akhir hingga 90 persen. Pengoperasiannya juga diperkirakan membuka sekitar 1.000 lapangan kerja hijau bagi masyarakat setempat.
Dari sisi pembiayaan, pembangunan fasilitas dilakukan melalui skema investasi non-APBN. Sementara itu, kepastian penyerapan listrik dijamin melalui Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dengan PT PLN (Persero), yang akan membeli seluruh daya listrik yang dihasilkan.
Dwi Anggia mengatakan pengolahan sampah menjadi energi merupakan bagian dari upaya pemerintah mengoptimalkan potensi dalam negeri untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus perekonomian nasional.
"Jadi, kita sedang membangun kemandirian energi dari berbagai sumber. Dari kebun petani kita hasilkan bahan bakar, dari sampah kita hasilkan listrik, dan dari semua itu kita ingin memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat serta memperkuat perekonomian nasional," tegasnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan sumber daya lokal diharapkan dapat mendukung pembangunan energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.