Tambang Batu Hijau PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). (Foto: Dok. AMMN)
Kinerja keuangan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menunjukkan perbaikan signifikan sepanjang Januari?"September 2026.
Perusahaan tercatat membukukan laba bersih 880 juta dolar AS atau Rp15,9 triliun, berbalik positif dibandingkan kerugian bersih 175 juta dolar AS pada periode yang sama tahun 2025.
Perubahan tersebut berjalan seiring dengan aktivitas produksi tembaga dan emas yang tercatat selama sembilan bulan pertama 2026.
AMMN juga melaporkan perkembangan produksi katoda tembaga serta penjualan sejumlah komoditas hasil pengolahan mineral.
Dalam periode Januari-September 2026, volume produksi konsentrat tembaga AMMN mencapai 580.713 metrik ton kering. Jumlah tersebut memiliki kandungan sekitar 332 juta pon tembaga dan 541.337 ons emas.
Dari sisi pemasaran konsentrat, perusahaan mencatat penjualan sebanyak 120.079 metrik ton kering. Volume tersebut berasal dari penjualan berdasarkan izin ekspor sementara yang berlaku hingga April 2026.
Konsentrat tembaga yang terjual tersebut mengandung sekitar 73 juta pon tembaga dan 119.307 ons emas. Angka ini merupakan bagian dari realisasi penjualan konsentrat selama periode pelaporan.
Selain konsentrat, aktivitas pengolahan menghasilkan produksi katoda tembaga sebanyak 102.783 ton atau setara dengan 227 juta pon. Sementara itu, penjualan produk katoda tercatat mencapai 98.324 ton atau setara dengan 217 juta pon.
Pada komoditas emas, produksi emas murni AMMN selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai 296.897 ons. Adapun realisasi penjualan emas murni pada periode yang sama tercatat sebanyak 175.296 ons.
Direktur Utama Amman, Arief Sidarto menyampaikan bahwa perkembangan operasional perusahaan menjadi salah satu perhatian utama manajemen. Fokus perusahaan saat ini diarahkan pada keberlangsungan kegiatan operasional agar tetap stabil.
Arief turut menyoroti kenaikan biaya energi yang dipengaruhi dinamika geopolitik. Kendati menghadapi kondisi tersebut, manajemen tetap memiliki pandangan positif terhadap prospek komoditas tembaga dan emas dalam jangka panjang.
"Meskipun dinamika geopolitik menyebabkan kenaikan biaya energi, kami tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang tembaga dan emas," kata Arief, dikutip Sabtu 31 Oktober 2026.
Menurut Arief, terdapat beberapa faktor operasional yang menjadi fondasi perusahaan. Faktor tersebut mencakup kestabilan kegiatan smelter, proses peningkatan kapasitas pabrik konsentrator baru, serta kondisi neraca keuangan yang semakin kuat.
Proses peningkatan kapasitas atau
ramp-up pada pabrik konsentrator baru masih berlangsung. Bersamaan dengan itu, kestabilan operasional smelter tetap menjadi bagian dari fokus perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Utang bersih AMMN turun 13 persen
Di bidang keuangan, Direktur Keuangan Amman, Anthony Mathias menjelaskan bahwa perusahaan memiliki arus kas yang kuat. Kondisi tersebut memberikan kemampuan bagi AMMN untuk melanjutkan upaya pengurangan tingkat utang.
Hasilnya terlihat dari posisi utang bersih perusahaan yang mengalami penurunan sebesar 13 persen menjadi U4 miliar dolar AS. Pencapaian tersebut tercatat per September 2026.
Selain penurunan nilai utang, rasio utang bersih terhadap EBITDA AMMN juga mengalami perbaikan. Indikator tersebut berada pada level 1,9 kali per September 2026.
Anthony mengaitkan perkembangan kondisi keuangan tersebut dengan peningkatan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan sekaligus memperkuat posisi finansialnya.
"Ini mencerminkan kemajuan yang telah kami capai dalam memperkuat profitabilitas sekaligus posisi keuangan Amman serta memberikan fondasi yang solid," kata Anthony.
Dengan demikian, laporan Januari-September 2026 memperlihatkan sejumlah perkembangan pada AMMN, mulai dari perolehan laba bersih 880 juta dolar AS, realisasi produksi tembaga dan emas, hingga penurunan utang bersih menjadi 4 miliar dolar AS.