Staffinc, perusahaan penyedia solusi tenaga kerja berbasis teknologi di Indonesia. (Foto: Istimewa)
Memasuki akhir kuartal tahun 2026, menjadi waktu yang tepat bagi perusahaan untuk menyiapkan strategi pertumbuhan yang mampu menjawab tantangan dinamika global, persaingan yang semakin ketat, dan perubahan kebutuhan pelanggan.
Kesiapan tenaga kerja (workforce) menjadi bagian penting dari strategi keseluruhan. Target bisnis perlu didukung oleh pembagian peran yang jelas, keterampilan yang sesuai, serta pengelolaan kerja yang menjaga produktivitas secara berkelanjutan termasuk diantaranya pemanfaatan teknologi yang semakin maju.
“Dalam menyiapkan pertumbuhan bisnis 2027 dan seterusnya, perusahaan perlu memastikan bahwa rencana bisnis didukung oleh kesiapan tenaga kerja secara komprehensif," kata Chief Commercial Officer (CCO) Staffinc, Margana Mohamad dalam keterangannya, Kamis 29 Oktober 2026.
Menurut Margana, setiap pekerja perlu memahami perannya, memiliki keterampilan yang sesuai, dan memperoleh dukungan untuk menjalankan tugas dengan baik. Perusahaan harus dibekali mitra yang andal yang membantu perusahaan tumbuh sekaligus memberi pekerja ruang untuk berkembang.
Dalam pelaksanaannya, Staffinc membantu menerjemahkan kebutuhan operasional klien menjadi penempatan tenaga kerja, pembekalan, dan ukuran keberhasilan yang sesuai dengan karakter pekerjaan. Keberhasilan dapat dilihat, antara lain, dari ketepatan penyelesaian tugas, akurasi proses, kualitas layanan, atau kepuasan pelanggan.
Kejelasan ukuran tersebut membantu perusahaan mengevaluasi kinerja dan menentukan perbaikan yang dibutuhkan secara tepat. Bagi pekerja, target keberhasilan yang dipahami sejak awal memberikan kejelasan mengenai ekspektasi, kontribusi yang diharapkan, serta keterampilan yang perlu dikembangkan.
“Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, manajemen perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang siap menjalankan tugas dan pengelolaan yang mampu menjaga kualitas operasional dan responsif," kata Margana.
Staffinc menekankan bahwa pencapaian target perlu didukung oleh kualitas pengelolaan kerja. Target yang jelas, beban kerja yang sesuai, penilaian yang transparan, dan kesempatan meningkatkan keterampilan merupakan fondasi produktivitas jangka panjang.
“Orientasi pada hasil harus disertai tanggung jawab untuk menyiapkan pekerja agar mampu mencapainya dengan optimal. Pekerja membutuhkan arahan, sarana, dan umpan balik yang membangun. Ketika dukungan ini tersedia, produktivitas dan kepercayaan dapat tumbuh bersama,” lanjut Margana.
Untuk mendukung kebutuhan bisnis ke depan, Staffinc berfokus pada tiga prioritas, dengan mempertemukan keterampilan dan kebutuhan pekerjaan secara lebih tepat, meningkatkan kualitas pengelolaan tenaga kerja di lapangan, serta memperluas akses pengembangan keterampilan seiring perubahan industri.
Ketiganya menjadi bagian dari pendekatan solusi tenaga kerja berorientasi hasil yang menghubungkan penyediaan dan pengelolaan tenaga kerja dengan tujuan bisnis perusahaan.