Berita

Ilustrasi pergerakan saham. (Foto: RMOL/Alifia Ramandhita)

Bursa

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

RABU, 28 OKTOBER 2026 | 17:24 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu (28/10/2026), di tengah pelemahan mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data perdagangan BEI, IHSG berakhir di level 5.282, naik 16 poin atau 0,31 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Sebanyak 406 saham ditutup melemah, sementara 272 saham menguat dan 112 saham lainnya stagnan.

Mayoritas sektor berada di zona merah. Sektor infrastruktur mencatat pelemahan terdalam sebesar 2,13 persen, diikuti sektor energi yang turun 1,33 persen dan sektor barang konsumen siklikal (cyclical) yang melemah 0,66 persen.


Sebaliknya, sektor kesehatan menguat 1,71 persen, sektor keuangan naik 0,80 persen, dan sektor transportasi bertambah 0,31 persen.

Aktivitas perdagangan tercatat mencapai 32 miliar saham dengan nilai transaksi Rp15 triliun dan frekuensi 1,5 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp9.273 triliun.

Di tengah perdagangan tersebut, BEI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026. Dalam rapat itu, pemegang saham menyetujui penggunaan saldo laba ditahan berdasarkan laporan keuangan auditan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026.

Dari saldo tersebut, sebesar Rp1,564 triliun dialokasikan untuk pembagian dividen khusus. BEI menyebut pembagian ini sebagai yang pertama dalam sejarah perseroan.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, dividen tunai tersebut diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan per 27 Oktober 2026.

“Pembagian dividen tunai yang merupakan dividen khusus kepada para pemegang saham perseroan yang berhak, sebagaimana yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada tanggal 27 Oktober 2026 dengan total nilai sebesar Rp1,564 triliun,” kata Jeffrey dalam konferensi pers virtual.

Selain dividen, RUPSLB menyetujui alokasi saldo laba ditahan sebesar Rp2 triliun sebagai dana cadangan operasional dan pengembangan perseroan.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya