Berita

Mobil listrik BYD Atto 1 melaju tak terkendali dan mengakibatkan kecelakaan beruntun di Jalan Panglima Polim, kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat sore, 23 Oktober 2026. (Foto: Instagram @dashcam_owners_indonesia)

Keamanan

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

SENIN, 26 OKTOBER 2026 | 05:52 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polisi menetapkan S (46) sopir mobil listrik BYD yang terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan jadi tersangka.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M. Adiel Aristo menjelaskan bahwa penetapan tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dan S diduga kaget dan panik saat kejadian.

“Sopir tersangka, dan masih dalam pemeriksaan serta pendalaman oleh penyidik,” kata Adiel Aristo saat dikonfirmasi pada Minggu, 25 Oktober 2026.


Kini, S masih menjalani pemeriksaan dan pendalaman oleh penyidik. 

“Masih kami dalami penyebabnya, hasil pemeriksaan sementara supir kaget dan panik,” jelas Adiel.

Mobil listrik BYD Atto 1 melaju tak terkendali dan mengakibatkan kecelakaan beruntun di Jalan Panglima Polim, kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat sore  23 Oktober 2026.

Dikutip dari akun Instagram @dashcam_owners_indonesia, terlihat mobil listrik BYD Atto 1 berwarna putih tersebut melaju tanpa suara di tengah kondisi arus lalu lintas yang ramai. Namun, mobil tiba-tiba hilang kendali. Setelah tabrakan pertama, pengemudi tidak menghentikan laju kendaraannya.

Parahnya, mobil kembali menabrak kendaraan di sampingnya dan seorang pengemudi ojek online (ojol) di depannya hingga terlindas. Mobil listrik tersebut baru berhenti setelah merangsek naik ke pembatas trotoar dan menabrak pagar pembatas pejalan kaki.

Akibat kejadian tersebut, HS pengemudi ojek online mengalami patah tulang kaki kiri dan luka lecet.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya