Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Kav Dhanang Prasetyo Kurniawan. (Foto: RMOLJateng)
Titik api kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah turun dari sembilan menjadi tiga titik setelah delapan hari pemantauan dan pemadaman. Meski demikian, petugas masih menghadapi kendala medan terjal, keterbatasan sumber air, dan belum turunnya hujan.
Komandan Kodim (Dandim) 0727/Karanganyar Letkol Kav Dhanang Prasetyo Kurniawan mengatakan, berdasarkan pemantauan dari kawasan Sakura Hills pada Kamis, 22 Oktober 2026, titik api di Kecamatan Tawangmangu dan Ngargoyoso mulai berkurang.
“Untuk kondisi saat ini, alhamdulillah titik api sudah mulai menurun. Angin juga lebih bersahabat dibandingkan hari kemarin,” ujar Dhanang dikutip dari Kantor Berita RMOLJateng.
Ia menjelaskan, semula terdapat sembilan titik api, terdiri dari enam titik di Tawangmangu dan tiga titik di Ngargoyoso. Dalam perkembangan terakhir, titik api di Tawangmangu tersisa dua titik, sedangkan di Ngargoyoso tinggal satu titik.
Dhanang memperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 500 hektare. Petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pemantauan untuk mencegah api meluas ke area lain.
“Memang kondisi belum turun hujan. Akan tetapi, sebisa mungkin personel tetap melaksanakan pemadaman supaya api tidak menyebar semakin luas,” katanya.
Pemadaman dilakukan melalui pengerahan personel gabungan, penanganan manual, dan dukungan helikopter
water bombing. Pada Kamis, helikopter tercatat melakukan 12 kali penyiraman untuk membantu memadamkan titik api.
Menurut Dhanang, operasi udara sebelumnya terkendala kabut dan angin kencang. Kondisi cuaca yang lebih bersahabat pada Kamis memungkinkan penyiraman dilakukan lebih maksimal.
“Kalau dibandingkan dengan hari-hari kemarin, sebelumnya kurang maksimal karena cuaca berkabut dan angin kencang. Hari ini alhamdulillah bisa maksimal dan titik apinya juga menurun,” jelasnya.
Di darat, personel gabungan dan relawan memadamkan api secara manual menggunakan peralatan sederhana, seperti ranting, cangkul, dan sabit. Cangkul juga digunakan untuk membuat parit pembatas guna menghambat perambatan api.
Petugas yang terlibat berasal dari TNI, termasuk Kodim 0727/Karanganyar dan Yonif TP 450, Polres Karanganyar, Brimob, Basarnas, BPBD, serta relawan.
Dhanang menyebut medan di kawasan atas menjadi salah satu kendala utama karena sejumlah titik api tidak dapat dijangkau kendaraan. Keterbatasan sumber air di sekitar lokasi juga menyulitkan pemadaman dari darat sehingga dukungan helikopter menjadi penting.
Sementara itu, jarak titik api dengan permukiman warga dilaporkan masih cukup jauh. Berdasarkan keterangan petugas di lokasi pemantauan, titik api diperkirakan berjarak sekitar satu kilometer dari Sakura Hills.
Tim gabungan dari TNI, Basarnas, dan Polri juga telah melakukan penyisiran untuk memeriksa kondisi di sekitar lokasi kebakaran. Asap di area yang disisir dilaporkan dalam kondisi aman saat pemantauan berlangsung.
Meski jumlah titik api berkurang, petugas tetap melanjutkan pemadaman dan pemantauan untuk mencegah kebakaran kembali meluas.