Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: YouTube Setpres)

Makro

Investasi Era Prabowo Naik, Tapi Penciptaan Lapangan Kerja Masih Jadi PR

SELASA, 20 OKTOBER 2026 | 18:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kenaikan investasi menjadi salah satu catatan positif dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Dipo Satria Ramli mengatakan, peningkatan investasi menjadi salah satu capaian positif selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Kalau misalnya apa sih yang positif mungkin dua tahun terakhir ini menurut saya memang ada satu angka yaitu investasi,” kata Dipo kepada RMOL di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.


Meski demikian, Dipo menilai kenaikan investasi tersebut belum diikuti penciptaan lapangan kerja yang memadai. Pasalnya, investasi yang masuk masih banyak mengarah pada proyek padat modal, seperti hilirisasi dan pembangunan pusat data (data center).

“Investasi itu naik, tetapi sayangnya kebanyakan investasi yang terjadi adalah di proyek-proyek yang padat modal, bukan padat karya,” ujar Dipo.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat peningkatan investasi belum sepenuhnya menjawab persoalan penyerapan tenaga kerja. Padahal, penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat daya beli masyarakat.

“Jadi mereka mungkin hilirisasi atau bangun data center. Tetapi pengambilan lapangan pekerjaan itu tetap menjadi masalah. Tapi ya angkanya naik lah gitu,” tambahnya.

Selain persoalan investasi dan ketenagakerjaan, Dipo turut menyoroti akurasi data desil yang digunakan pemerintah untuk memetakan tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Kita tahu urusan desil, akhir-akhir ini akhirnya terbongkar juga bahwa data pemerintah itu tidak benar mengenai desil. Dan yang lebih penting lagi, ternyata orang miskin masih banyak sekali di Indonesia,” jelasnya.

Dipo menilai, persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan Prabowo-Gibran. Pemerintah dinilai perlu memastikan kebijakan ekonomi tidak hanya mendorong pertumbuhan investasi, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani melaporkan realisasi investasi Indonesia sejak triwulan IV 2024 hingga triwulan III 2026 mencapai Rp3.923,2 triliun. Capaian tersebut diklaim turut menyerap 5.485.944 tenaga kerja.

“Jumlah investasi yang masuk total Rp3.923,2 triliun dan penyerapan tenaga kerjanya adalah 5.485.944 orang,” ujar Rosan pada Senin, 19 Oktober 2026.

Berdasarkan asal modal, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp1.998,7 triliun, sedangkan penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp1.924,5 triliun.

Rosan menegaskan, pemerintah akan terus mendorong investasi berkualitas melalui penguatan hilirisasi dan industrialisasi. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkokoh struktur industri dalam negeri.

“Yang kita inginkan dari investasi yang masuk adalah ujungnya industri hilirisasi, di antaranya kemudian industrialisasi,” ungkap Rosan.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya