Berita

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Ade Jona Prasetyo. (Foto: Istimewa)

Makro

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

MINGGU, 18 OKTOBER 2026 | 06:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Ade Jona Prasetyo, mengajak masyarakat, investor, dan pelaku usaha untuk tetap optimistis menyikapi anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026.

Menurut Ade Jona, tekanan yang terjadi di pasar saham tidak boleh langsung dimaknai sebagai berakhirnya prospek perekonomian Indonesia. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi, potensi pasar, dan kekuatan sektor riil yang harus terus dijaga serta dikembangkan.

“IHSG boleh anjlok hari ini, tetapi bukan berarti ekonomi Indonesia tamat. Kita tidak boleh kehilangan optimisme hanya karena gejolak pasar dalam satu hari. Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar, pengusaha yang tangguh, dan peluang investasi yang masih sangat luas. Yang dibutuhkan sekarang adalah ketenangan, kepercayaan, dan kerja bersama,” ujar Ade Jona dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam, 17 Oktober 2026.


Ia menilai dinamika pasar modal merupakan bagian dari mekanisme perekonomian yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk perkembangan ekonomi global, sentimen investor, dan kondisi pasar keuangan.

Karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan berlebihan yang justru dapat memperburuk sentimen dan mengganggu kepercayaan terhadap perekonomian nasional.

BPP HIPMI, lanjut Ade Jona, mendukung langkah pemerintah bersama otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas pasar, memperkuat kepercayaan investor, dan memastikan aktivitas perekonomian tetap berjalan.

“Kami percaya pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dalam situasi seperti ini, yang diperlukan bukan saling menyalahkan atau membangun ketakutan, melainkan memperkuat koordinasi, menghadirkan kebijakan yang tepat, dan memberikan kepastian kepada dunia usaha. HIPMI mendukung langkah-langkah pemerintah untuk menjaga kepercayaan pasar,” tegasnya.

Ade Jona juga menekankan bahwa kondisi perekonomian Indonesia tidak dapat diukur hanya dari naik turunnya indeks saham. Aktivitas industri, perdagangan, konsumsi masyarakat, investasi produktif, hingga perkembangan UMKM merupakan bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional.

Menurutnya, selama sektor riil terus diperkuat, investasi didorong, dan kesempatan kerja diperluas, Indonesia tetap memiliki ruang besar untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

“Ekonomi Indonesia jauh lebih besar daripada angka yang bergerak di layar bursa. Ada jutaan pelaku UMKM, pekerja, industri, dan pengusaha yang setiap hari terus menggerakkan perekonomian. Inilah kekuatan yang harus kita jaga. Jangan sampai kepanikan sesaat membuat kita melupakan potensi besar bangsa sendiri,” kata Ade Jona.

Lebih lanjut, BPP HIPMI mendorong agar momentum tekanan pasar ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat fundamental perekonomian nasional, meningkatkan transparansi pasar modal, menjaga kepastian regulasi, serta mempercepat reformasi yang mendukung investasi dan daya saing Indonesia.

Ade Jona menilai optimisme harus dibangun melalui langkah konkret, bukan sekadar pernyataan. Pemerintah, regulator, dan pelaku usaha perlu terus bersinergi agar kepercayaan investor dapat pulih dan aktivitas ekonomi tetap tumbuh secara berkelanjutan.

“Optimisme bukan berarti menutup mata terhadap tantangan. Justru kita harus menghadapi tantangan dengan kebijakan yang tepat, tata kelola yang semakin baik, dan keberanian untuk terus berinvestasi. HIPMI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor riil dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Ia juga mengajak para pengusaha muda untuk tidak menghentikan langkah ekspansi dan inovasi hanya karena sentimen negatif jangka pendek, dengan tetap memperhitungkan risiko dan kondisi masing-masing usaha.

Masih kata Ade Jona, perjalanan ekonomi Indonesia telah menghadapi berbagai tantangan dan perubahan. Karena itu, setiap tekanan harus dijadikan momentum untuk memperkuat ketahanan dan daya saing perekonomian nasional.

“Hari ini IHSG boleh merah, tetapi masa depan Indonesia tidak boleh kita lihat dengan pesimisme. Pasar bisa bergejolak, namun semangat pengusaha Indonesia harus tetap menyala. Kita dukung pemerintah, kita jaga kepercayaan investor, dan kita terus bekerja menciptakan investasi serta lapangan kerja. Indonesia tidak berhenti hanya karena satu hari yang berat di pasar saham,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya