Berita

(Foto: Dok. PGN)

Energi

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 15:22 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat implementasi dekarbonisasi sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan yang berkelanjutan. 

Hingga Agustus 2026, Subholding Gas berhasil merealisasikan penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton CO? ekuivalen (tCO?eq), atau 35,3% di atas target yang ditetapkan untuk periode tersebut.

Capaian ini menunjukkan tren positif pelaksanaan program dekarbonisasi di lingkungan Subholding Gas Group, sekaligus menjadi landasan bagi perusahaan untuk memperkuat berbagai inisiatif penurunan emisi pada periode 2027-2030.


Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, menyampaikan bahwa dekarbonisasi telah menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan, tidak hanya dalam mendukung pengurangan emisi, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi operasional, menjaga daya saing, serta mengantisipasi perkembangan risiko iklim dan regulasi.

“Capaian penurunan emisi hingga Agustus 2026 menunjukkan bahwa berbagai inisiatif dekarbonisasi yang dijalankan Subholding Gas memberikan hasil positif,” ujar Mirza dalam keterangan tertulis, Jumat 16 Oktober 2026.

Sejalan dengan pencapaian tersebut, PGN terus memperkuat implementasi program dekarbonisasi melalui berbagai inisiatif di lingkungan Subholding Gas Group, antara lain peningkatan efisiensi energi pada fasilitas operasional, pengurangan kehilangan gas (gas loss), serta optimalisasi pemanfaatan energi yang lebih rendah emisi.

Berbagai inisiatif tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan infrastruktur dan kegiatan operasional gas bumi, sekaligus mendukung komitmen pemerintah dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

Secara akumulatif sejak tahun 2025 hingga Agustus 2026, penurunan emisi Subholding Gas tercatat lebih dari 68.500 tCO?eq, atau sekitar 15,7% dari target kumulatif dekarbonisasi perusahaan hingga 2034.

Selain memberikan manfaat lingkungan, pelaksanaan dekarbonisasi juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi bagi perusahaan. Berdasarkan perhitungan program dekarbonisasi, nilai Marginal Abatement Cost (MAC) tercatat -0,19 ribu USD/tCO2eq. 

Angka negatif tersebut mengindikasikan bahwa portofolio inisiatif penurunan emisi yang dijalankan berpotensi menghasilkan efisiensi biaya sekaligus memberikan manfaat lingkungan.

“Melalui berbagai program efisiensi energi dan optimalisasi operasional, kami berupaya memastikan bahwa agenda pengurangan emisi dapat berjalan selaras dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya. Dengan demikian, dekarbonisasi tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga mendukung penguatan fundamental bisnis perusahaan,” jelas Mirza.

Untuk menjaga kesinambungan capaian tersebut, PGN menyelenggarakan Workshop Dekarbonisasi Subholding Gas 2027-2030 pada 7 Oktober 2026 di Jakarta. 

Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari PGN beserta jajaran entitas Subholding Gas Group, di antaranya PT Pertamina Gas, PT Perta Arun Gas, PT Saka Energi Indonesia, PT Permata Graha Nusantara, PT PGN LNG Indonesia, PT PGAS Solution, PT PGAS Telekomunikasi Nusantara, dan PT Gagas Energi Indonesia, untuk menyusun rencana penurunan emisi yang terintegrasi dan selaras dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2027–2030.

Penyusunan inisiatif tersebut juga mengacu pada ESG Roadmap Subholding Gas 2025-2034 sebagai kerangka pelaksanaan program keberlanjutan perusahaan. Berbagai usulan program selanjutnya akan difinalisasi dan disampaikan kepada manajemen untuk memastikan pelaksanaannya berjalan secara terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Mirza menegaskan bahwa keterlibatan seluruh entitas Subholding Gas Group merupakan faktor penting untuk memastikan program dekarbonisasi dapat dilaksanakan secara konsisten dan memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan.

“Dekarbonisasi bukan lagi sekadar menurunkan emisi, tetapi menjadi bagian dari strategi bisnis untuk menjaga efisiensi dan daya saing, memitigasi risiko iklim dan regulasi, serta menjawab ekspektasi investor, pelanggan, dan masyarakat,” demikian Mirza.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya