Berita

Kepala BNPB Kristomei Sianturi (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Pemerintahan

Kristomei Sianturi Siap Bersih-bersih Internal BNPB usai OTT KPK

KAMIS, 15 OKTOBER 2026 | 18:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang baru, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, memastikan akan melakukan pembenahan internal menyusul operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Kristomei menegaskan, BNPB tidak akan melakukan intervensi terhadap proses hukum yang sedang ditangani KPK. 

Dia menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum agar diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.


“Kami serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk memprosesnya. Tidak ada intervensi dari BNPB. Silakan aparat penegak hukum memproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026.

Kristomei juga membenarkan akan melakukan langkah bersih-bersih di internal BNPB sebagai tindak lanjut atas kasus tersebut.

“Betul. Tentu saja. Saya tadi sudah bilang akan melakukan konsolidasi internal,” ujarnya.

Terkait kemungkinan pergantian pejabat atau pegawai yang terseret proses hukum, Kristomei mengatakan pihaknya akan melihat perkembangan perkara sebelum mengambil keputusan. 

“Nanti kita lihat. Kalau memang harus diganti karena ada proses hukum, ya memang harus kita ganti,” tegasnya.

Sebelumnya, KPK mengamankan 14 orang dalam OTT pada Selasa, 13 Oktober 2026, terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB. 

Mereka terdiri dari Sekretaris Utama BNPB Rustian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pegawai atau tenaga ahli BNPB, serta pihak swasta. Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan logam mulia emas sebagai barang bukti. 

Para pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif, sementara konstruksi perkara dan status hukum mereka akan diumumkan setelah gelar perkara di tingkat pimpinan KPK.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya