Berita

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan. (Repro IG Ossy Dermawan)

Pemerintahan

Wamen Ossy Minta Polisi Usut Tuntas Kebakaran Kantah Karawang

KAMIS, 15 OKTOBER 2026 | 16:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meminta kepolisian segera menyelidiki kebakaran yang melanda Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, untuk memastikan penyebab insiden tersebut.

Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan menegaskan, pihaknya menyerahkan proses investigasi kepada kepolisian, termasuk untuk memastikan sumber awal munculnya api.

“Kami memberikan waktu dan ruang ke pihak kepolisian untuk menyelidiki dan melakukan investigasi atas terjadinya kebakaran di kantor BPN Karawang,” kata Ossy dalam keterangannya, dikutip Kamis, 15 Oktober 2026.


Berdasarkan laporan awal penjaga kantor, titik api diduga pertama kali muncul dari lantai dua bangunan. Namun, kepastian mengenai sumber kebakaran masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh kepolisian.

Kebakaran tersebut dilaporkan berdampak pada sejumlah ruangan, termasuk gudang arsip. Tingkat kerusakan bangunan secara keseluruhan belum dapat dipastikan karena proses pemadaman masih berlangsung.

“Kebakaran terlihat berdampak pada sejumlah ruangan, termasuk gudang arsip. Tingkat kerusakan secara keseluruhan baru bisa dipastikan saat api benar-benar padam,” kata Ossy.

Ossy memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat ini, Kementerian ATR/BPN memprioritaskan pemeriksaan aset dan penyelamatan dokumen pertanahan yang masih memungkinkan untuk diamankan.

“Peninjauan langsung ini untuk memastikan keselamatan pegawai sekaligus memantau pemadaman dan upaya penyelamatan dokumen pertanahan,” kata Ossy.

Proses pemadaman melibatkan delapan unit armada pemadam kebakaran dari BPBD Kabupaten Karawang, dengan dukungan kawasan industri KIIC dan Kodim Karawang.

Petugas berjibaku memadamkan api sejak Rabu malam, 14 Oktober 2026, hingga Kamis pagi. Penyebab kebakaran dan tingkat kerusakan bangunan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya