Berita

Kepala LKPP, Sarah Sadiqa, (pegang mikrofon). (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

LKPP Buka Peluang UMKM Penuhi Kebutuhan Pengadaan Pemerintah

KAMIS, 15 OKTOBER 2026 | 16:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memenuhi kebutuhan pengadaan pemerintah. 

Langkah tersebut diharapkan dapat menggerakkan ekonomi nasional sekaligus memperkuat industri dalam negeri.

Kepala LKPP, Sarah Sadiqa mengatakan, kegiatan ini bertujuan menyelaraskan kebutuhan kementerian dan lembaga (K/L) dengan kemampuan pasar, mengidentifikasi kendala pengadaan, serta merumuskan langkah tindak lanjut agar belanja pemerintah memberikan manfaat lebih luas.


"Setiap rupiah belanja pemerintah tidak hanya menghasilkan transaksi, tetapi juga menggerakkan produksi, membuka kesempatan kerja, memperkuat industri nasional, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Sarah dalam keterangannya, dikutip Kamis, 15 Oktober 2026.

Sarah mengungkapkan, nilai belanja pengadaan pemerintah pada tahun anggaran 2026 diperkirakan mencapai Rp929,4 triliun atau sekitar 30 persen dari total APBN. 

Sementara itu, nilai transaksi produk dalam negeri hingga 13 Oktober 2026 tercatat sekitar Rp389,2 triliun atau 91,3 persen dari total transaksi penyedia.

Menurutnya, besarnya belanja pemerintah harus diikuti perencanaan dan pelaksanaan pengadaan yang mampu memenuhi kebutuhan secara efektif sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Artinya, setiap keputusan pengadaan harus mampu menjawab dua kebutuhan sekaligus yaitu memenuhi kebutuhan pemerintah dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” kata Sarah.

Dari sisi tata kelola, Wakil Menteri Hukum, Prof. Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah merupakan sektor strategis yang harus dijalankan dengan menjunjung integritas, transparansi, dan akuntabilitas.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan mempercepat penyusunan Undang-Undang Pengadaan Barang dan Jasa, seiring rencana Presiden membentuk badan pengadaan barang dan jasa.

“Dengan transparansi, akuntabel, dan integritas, maka perbuatan-perbuatan yang bersifat koruptif ini bisa dihindari,” ujar Eddy.

Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menilai belanja pengadaan pemerintah memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan nasional. 

Pengadaan, kata Hanif, perlu diarahkan untuk mendukung kemandirian pangan, energi, dan air.

Hanif menyebut swasembada baru tercapai pada komoditas beras dan jagung, sedangkan pemenuhan kebutuhan gula dan susu masih bergantung pada impor. 

Karena itu, pelaku usaha diharapkan dapat mengambil bagian dalam memenuhi kebutuhan tersebut melalui praktik usaha dan tata kelola yang baik.

“Tidak ada niat baik yang boleh dilakukan dengan sembrono, dengan persepsi sendiri. Kita memiliki tata kelola yang sangat jelas,” kata Hanif .

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya