Berita

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Pemerintahan

Wamenkeu: Investasi Dana Haji Tak Boleh Asal Kejar Untung

KAMIS, 15 OKTOBER 2026 | 13:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan pengelolaan dana haji tidak boleh semata-mata mengejar keuntungan investasi. 

Menurutnya, dana haji memiliki karakteristik berbeda dari dana investasi pada umumnya karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah dan kepercayaan masyarakat.

"Kita harus menjaga daya beli, menghasilkan imbal hasil berkelanjutan yang disesuaikan dengan risiko, mempertahankan likuiditas yang memadai, serta memenuhi kewajiban saat jatuh tempo. Semuanya harus dilakukan sesuai dengan prinsip syariah," kata Juda dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), Kamis 15 Oktober 2026.


Menurut Juda, strategi investasi dana haji harus disesuaikan dengan proyeksi arus kas, perkiraan biaya haji, serta jadwal pembayaran kewajiban. Dana yang dibutuhkan dalam jangka pendek harus ditempatkan pada instrumen likuid, sedangkan dana untuk kebutuhan jangka panjang dapat diinvestasikan pada beragam instrumen guna mendiversifikasi portofolio.

"Singkatnya, cakrawala investasi kita harus selaras dengan cakrawala kewajiban kita," kata Juda.

Juda mengingatkan, pengelola dana haji tidak boleh sekadar mengikuti tren pasar atau mengejar instrumen yang sedang memberikan imbal hasil tertinggi. 

Strategi investasi harus memiliki mandat yang jelas, batas toleransi risiko yang terukur, serta diversifikasi yang disiplin berdasarkan instrumen, jangka waktu, dan kelas aset.

"Kita tidak boleh hanya mengikuti tren pasar atau mengejar kelas aset yang kebetulan berkinerja terbaik saat ini," kata Juda.

Ia juga menekankan pentingnya mengantisipasi risiko penurunan nilai investasi melalui pengujian ketahanan, analisis skenario, dan pembatasan konsentrasi investasi. Setiap keputusan investasi harus memperhitungkan potensi keuntungan, risiko, biaya, serta likuiditas.

"Imbal hasil yang tinggi dalam kondisi normal belum tentu mencerminkan investasi yang baik, terutama jika investasi tersebut justru memaparkan dana pada risiko yang tidak sanggup ditanggung," kata Juda.
 
Selain strategi investasi, Juda menilai tata kelola yang transparan dan akuntabel menjadi fondasi untuk menjaga kepercayaan calon jemaah. 

Hal itu perlu didukung pengawasan independen, pengendalian internal yang efektif, manajemen risiko yang sehat, serta pengawasan syariah yang kuat.

Kepatuhan terhadap prinsip syariah, lanjutnya, juga harus diterapkan dalam seluruh tahapan investasi, mulai dari proses uji tuntas hingga pelaksanaan dan pemantauan.

Juda menambahkan, pengelolaan dana haji harus menyeimbangkan tujuan finansial dengan manfaat jangka panjang bagi jemaah. 

Selain menghasilkan imbal hasil, pengelolaan dana tersebut harus mendukung kesejahteraan jemaah, menjaga keadilan antargenerasi, dan mengembangkan ekosistem haji secara berkelanjutan.

Dengan demikian, pengelolaan dana haji harus mampu memenuhi kebutuhan jemaah saat ini tanpa mengorbankan kepentingan jemaah pada masa mendatang.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya