Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Politik

Jokowi Tak Menduga Gibran Bakal Tersandera Skandal Ijazah

KAMIS, 15 OKTOBER 2026 | 13:21 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi sedang pusing tujuh keliling gara-gara Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Presiden 2024, terkait pemenuhan syarat ijazah SLTA/Sederajat Gibran Rakabuming Raka. 

Pada pokoknya, amar MK memang menolak permohonan Denny Indrayana cs. Namun, pertimbangan hukum dalam putusan MK menyulut perdebatan hukum ketatanegaraan yang rumit. 

MK menyatakan, Gibran tak memiliki dokumen ijazah tamat belajar yang dilampirkan dalam Surat Keterangan Penyetaraan yang dikelurkan oleh Kemendikbud, sebagaimana dimaksud dalam pasal 169 huruf r UU No.7 tahun 2017 tentang Pemilu.


"Masalah ijazah Gibran barangkali tidak pernah diduga Jokowi sama sekali," kata pemerhati sosial dan politik Adian Radiatus kepada RMOL, Kamis 15 Oktober 2026.

Padahal, ketika kontestasi Pilpres 2024, Jokowi sukses menyusupkan Gibran sebagai alat tawar politik kepada koalisi Capres Prabowo Subianto dengan memakai kapasitas kekuasaannya yang besar ketika itu.

"Jokowi kini harus melihat dan menerima kenyataan bahwa Gibran tersandera oleh skandal ijazah," kata Adian.

Mungkin, kata Adian, Jokowi tidak paham kalau Gibran yang dikirimnya sekolah ke luar negeri itu tidak memiliki ijazah resmi kecuali dokumen kehadiran kuliah sebagaimana tercantum dalam amar keputusan MK.

"Bila benar demikian maka situasi kekaburan kronologis masa kuliah Jokowi dan Gibran kalau memakai ungkapan awam adalah "sebelas-duabelas" alias serupa meski tak sama," kata Adian.

Apakah Jokowi akan mempunyai jalan keluar melihat dari hari ke hari pasca keputusan MK menunjukan eskalasi penolakan atas kedudukan Gibran sebagai Wapres semakin massif.

"Solusi paling elegan dan terhormat adalah sebagaimana banyak disuarakan publik baik tokoh nasional, pakar maupun aktivis adalah mengundurkan diri atau legowo secara penuh kesadaran dan bertanggung jawab," kata Adian.

Menurut Adian, seorang pemimpin, apalagi masih muda belia dengan masa depan yang panjang hendaknya tidak berbuat kesalahan fatal terhadap bangsanya.

"Jokowi terjebak oleh sepak terjang keserakahannya yang haus akan kekuasaan," pungkas Adian.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya