Berita

Pengamat politik Nurul Fatta. (Foto: Istimewa)

Politik

Parpol Menunggu Arah Angin Pemakzulan Gibran

KAMIS, 15 OKTOBER 2026 | 13:07 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Partai-partai politik dinilai cenderung mengambil posisi aman dalam menyikapi polemik syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sikap tersebut diduga berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat politik Nurul Fatta menilai, baik partai pengusung, partai koalisi, maupun partai non-koalisi, belum menunjukkan pembelaan tegas terhadap Gibran.

“Kesimpulannya jelas, baik partai pengusung, partai koalisi, maupun non-koalisi, tidak ada yang secara tegas membela Mas Gibran. Standing position mereka tampaknya berpihak pada Prabowo, dengan logika sederhana saja, jika Gibran digoyang, pemerintahan Prabowo ikut goyang,” kata Fatta kepada RMOL, Kamis, 15 Oktober 2026.


Menurutnya, sikap yang cenderung netral itu dapat dibaca sebagai upaya partai-partai membangun jarak politik dengan Gibran sekaligus mengantisipasi dinamika yang berpotensi memengaruhi pemerintahan Prabowo.

Partai-partai tersebut, kata Fatta, tampak memilih tidak secara terbuka membela Gibran, tetapi juga belum mengambil langkah politik untuk menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Ia tidak menutup kemungkinan sikap diam itu didasari kalkulasi politik masing-masing partai atau keputusan untuk menunggu perkembangan situasi.

“Kalau angin menuju pemakzulan, tampaknya semua partai juga mengarah ke sana. Tetapi ketika hampir semuanya diam dengan nada yang seragam, kok rasa-rasanya sulit kita baca sebagai kebetulan,” ujarnya.

Sikap tersebut membuat posisi partai-partai terhadap Jokowi dan Gibran mulai terbelah. Sebagian dinilai terang-terangan meninggalkan Gibran sebagai representasi politik Jokowi, sementara sebagian lainnya mulai mengambil jarak secara perlahan.

Di tengah kecenderungan itu, Nurul menyebut hanya relawan Jokowi dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang secara konsisten terlihat membela Gibran selama proses persidangan hingga putusan MK dibacakan.

“Lalu siapa yang membela? Selama persidangan hingga putusan ditetapkan, hanya relawan Jokowi dan sebuah partai yang sedang berusaha menjadi partai besar. Siapa lagi kalau bukan PSI. Partai Gajah inilah yang die hard membela Gibran, sementara yang lain mundur alon-alon,” pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya