Berita

Ilustrasi PLTS. (dok. Kementerian ESDM)

Politik

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

KAMIS, 15 OKTOBER 2026 | 10:08 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP31 menjadi momentum strategis bagi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat langkah Indonesia dalam merealisasikan target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) hingga 2029.

Acara tersebut akan dihelat di Antalya, Turki pada 9 hingga 20 November 2026.

Policy Strategist Cerah, Dwiki Mahendra, menilai Indonesia memiliki peluang besar mempercepat transisi energi melalui penguatan kebijakan, pembiayaan, dan implementasi proyek energi terbarukan.


"Jika dikelola dengan serius, program ini dapat menjadi katalis bagi percepatan energi terbarukan, pengurangan subsidi, dan transisi yang adil bagi masyarakat dan pekerja,” kata Dwiki dalam keterangannya, Kamis, 15 Oktober 2026. 

Dukungan regulasi dan investasi menjadi bagian penting untuk mewujudkan target tersebut. Research dan Engagement Lead Indonesia Energy Transition Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA), Mutya Yustika, mengatakan pemerintah dapat memperkuat kepercayaan investor melalui jaminan investasi dan kepastian kebijakan.

Langkah tersebut antara lain melalui pengesahan RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan, Peraturan Presiden terkait 100 GWp, revisi Perpres Nomor 112 Tahun 2022, serta penyesuaian RUPTL 2025-2034 dengan memasukkan rincian proyek PLTS.

“Kepastian proyek, jadwal pengadaan, dan kerangka kebijakan yang konsisten merupakan faktor kunci untuk membangun kepercayaan investor dan mempercepat masuknya investasi,” ujar Mutya.

Dwiki menambahkan, Indonesia memiliki modal diplomasi yang kuat untuk mengambil peran strategis dalam mendorong transisi energi di negara-negara belahan Bumi bagian selatan atau Global South.

“Oleh sebab itu, Indonesia seharusnya bisa lebih mendorong pembahasan transisi dari energi fosil yang lebih serius di COP31,” tegas Dwiki.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya