Berita

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Pemerintahan

Menperin Ingin Industri Serap Beras Pecah Bulog, Asal Harga Sesuai

KAMIS, 15 OKTOBER 2026 | 00:40 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Harga beras pecah produksi dalam negeri yang mencapai Rp11.000 per kilogram dinilai menyulitkan industri makanan dan minuman (mamin) olahan untuk bersaing. Pasalnya, harga beras pecah impor untuk kebutuhan industri hanya sekitar Rp5.700 hingga Rp6.000 per kilogram.

Menteri Perindustrian (Menperin) M Sarmuji mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

Hal itu disampaikan Sarmuji usai menerima audiensi Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman, didampingi Plt. Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika.


"Contoh, bahan baku beras pecah itu kalau kita impor dari luar negeri harganya sekitar Rp5.700 atau Rp6.000 maksimal. Tapi kalau produksi dalam negeri harganya dipatok sekitar Rp11.000 tentu ada selisih cukup besar," kata Sarmuji di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026. 

Menurutnya, selisih harga tersebut menyulitkan industri pengolahan yang menggunakan beras pecah sebagai bahan baku, termasuk industri bihun.

"Kalau dengan Rp11.000 itu industri kita nggak bisa kompetitif. Seperti industri bihun dan lain sebagainya nggak bisa kompetitif," ujarnya.

Sarmuji membuka peluang pemanfaatan stok beras milik Perum Bulog, terutama beras lama dan pecah yang tersimpan di gudang. Namun, pemanfaatan stok tersebut harus disertai penyesuaian harga agar sesuai dengan kemampuan industri.

"Lagi kita cari cara. Toh beras Bulog itu kan banyak sekali. Stok banyak sekali dan makin lama kalau dibiarkan nilainya akan turun, bahkan bisa mendekati nol," sambungnya.

Ia menegaskan, diperlukan solusi agar stok beras tersebut bisa dimanfaatkan sekaligus memenuhi kebutuhan bahan baku industri dalam negeri.

"Industri kita bisa mengambil stok di gudang Bulog, yang lama dan pecah. Tapi juga harganya harus bisa turun sesuai dengan harga bisa ditoleransi industri. Kita harus cari caranya ini," kata Sarmuji.

Sementara itu, Adhi S Lukman menilai ketersediaan bahan baku menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing industri mamin sekaligus memastikan produk tetap terjangkau bagi konsumen.

Ia menyebut sejumlah industri anggota GAPMMI melaporkan kekurangan bahan baku, meskipun masih terdapat stok yang belum memiliki kontrak atau kontraknya telah berakhir.

"Nah ini akan dikoordinasikan oleh Pak Dirjen Agro, sehingga kebutuhan sampai akhir tahun 2026 ini akan cukup," jelas Adhi.

GAPMMI juga meminta pemerintah mempercepat neraca komoditas untuk kebutuhan awal 2027, terutama untuk gula, garam, dan daging, karena stok yang tersedia disebut telah habis.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya